mediaseruni.co.id – Peringatan serius datang bagi pelaku usaha kehutanan dan perkebunan sawit di Indonesia. Potensi fenomena El Nino yang mengancam memicu kekhawatiran akan peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan karhutla. Seluruh perusahaan diminta segera memperkuat kesiapsiagaan dan mengambil tindakan nyata demi mencegah bencana lingkungan yang dapat berakibat fatal.
Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia APHI menekankan bahwa pencegahan karhutla harus menjadi fokus utama bagi setiap pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan PBPH. Anggota APHI diimbau untuk menjamin kesiapan sumber daya manusia sarana prasarana sistem pendeteksian dini penyisiran rutin serta membangun sinergi kuat dengan masyarakat dan pemerintah daerah setempat.

Ketua Umum APHI Soewarso pada Kamis 13 Agustus 2026 menegaskan pentingnya bertindak sebelum api berkobar. Ia mendesak seluruh anggota untuk meningkatkan kewaspadaan melakukan deteksi awal patroli berkala memeriksa ketersediaan sumber air dan kesiapan peralatan serta personel. Respons cepat terhadap setiap titik panas yang terpantau menjadi kunci.

Related Post
Lebih lanjut perusahaan juga perlu mengintensifkan kolaborasi dengan Manggala Agni Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD pemerintah daerah aparat penegak hukum serta perusahaan lain di area berdekatan. Sinergi ini krusial mengingat karhutla tidak mengenal batas administratif maupun batas konsesi lahan.
Soewarso juga meminta anggota APHI untuk memperkuat edukasi dan pendampingan komunitas di sekitar wilayah kerja. Ini mencakup sosialisasi metode pembukaan lahan tanpa bakar penguatan peran Masyarakat Peduli Api atau Desa Peduli Api patroli bersama hingga pemberdayaan ekonomi alternatif. Pencegahan karhutla tidak bisa hanya dilakukan dari dalam areal perusahaan. Masyarakat harus dilibatkan sebagai elemen kunci karena mereka adalah pihak yang paling dekat dengan lokasi dan dapat menjadi barisan terdepan dalam mendeteksi serta menangkal potensi kebakaran.







Tinggalkan komentar