mediaseruni.co.id – Meskipun pasar aset kripto menunjukkan pergerakan yang cenderung datar dalam beberapa waktu terakhir, bukan berarti peluang meraup keuntungan sirna begitu saja. Justru di tengah kondisi ini, instrumen derivatif atau perdagangan berjangka (futures) muncul sebagai strategi jitu yang dapat dimanfaatkan para pelaku pasar untuk tetap berburu potensi cuan, tak peduli arah pergerakan harga.
Kondisi pasar yang relatif stagnan ini terlihat dari fluktuasi Bitcoin. Berdasarkan data CoinMarketCap pada pertengahan Juli 2026, harga Bitcoin memang sempat menguat 3,39 persen dalam 24 jam dan naik 2,75 persen dalam sepekan. Namun, selama sebulan terakhir, aset digital paling populer ini masih berputar di kisaran USD59.000 hingga USD66.000, menggambarkan konsolidasi harga yang cukup panjang.

Kimiko Lie, seorang influencer kripto terkemuka, memprediksi bahwa paruh kedua tahun 2026 akan diwarnai oleh berbagai sentimen global. Faktor-faktor seperti perkembangan geopolitik dunia dan kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat The Fed diproyeksikan akan terus membayangi pergerakan harga aset digital. Namun, Kimiko menegaskan, situasi ini justru membuka lebar kesempatan bagi trader yang piawai dalam menerapkan strategi adaptif sesuai dinamika pasar.

Related Post
Kimiko juga menyoroti perubahan preferensi trader di Indonesia. "Dulu, banyak trader tanah air memilih platform luar negeri karena produk derivatif lebih dulu tersedia di sana. Namun, dengan semakin matangnya regulasi di Indonesia dan hadirnya fitur futures dalam ekosistem yang diawasi regulator, saya yakin semakin banyak trader yang akan beralih mempertimbangkan platform lokal," jelas Kimiko dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (17/7/2026).
Ia menambahkan, kejelasan regulasi yang terus membaik, bertambahnya variasi produk investasi, serta peningkatan literasi di kalangan investor akan menjadi pendorong utama pertumbuhan perdagangan derivatif aset keuangan digital di Tanah Air. Tak hanya itu, sebagian investor dari instrumen lain, termasuk pasar saham domestik yang juga bergerak terbatas, kini mulai melirik aset kripto sebagai alternatif investasi yang menjanjikan.









Tinggalkan komentar