Kemenkeu Bongkar Cara Baru Awasi Triliunan Dana Daerah!

Kemenkeu Bongkar Cara Baru Awasi Triliunan Dana Daerah!

JAKARTA – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) baru-baru ini meluncurkan terobosan signifikan dalam tata kelola anggaran negara melalui fitur Pemetaan Indikasi Kebutuhan Pendanaan Kegiatan Pembangunan Prioritas Daerah (Perdana), yang kini terintegrasi penuh dengan Sistem Informasi Keuangan Daerah (SIKD). Langkah strategis ini dirancang untuk mengintensifkan pengawasan dan mempertajam akuntabilitas alokasi dana Transfer ke Daerah (TKD), demi tercapainya efisiensi dan ketepatan sasaran yang optimal.

Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kemenkeu, Askolani, menjelaskan bahwa kehadiran fitur Perdana menandai transformasi fiskal nasional yang progresif. Melalui sistem ini, penyaluran dana TKD dipastikan akan bergerak lebih terukur, terintegrasi dari hulu ke hilir, serta berorientasi penuh pada capaian riil proyek pembangunan di berbagai wilayah.

Kemenkeu Bongkar Cara Baru Awasi Triliunan Dana Daerah!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

"Dengan Perdana, kebutuhan pendanaan, prioritas kegiatan, hingga proyeksi output pembangunan di daerah dapat dipetakan secara lebih transparan dan akurat sejak fase perencanaan," tegas Askolani, dalam keterangannya yang diterima mediaseruni.co.id pada Minggu (21/6/2026).

COLLABMEDIANET

Pengembangan fitur Perdana ini merupakan hasil sinergi strategis antara Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) dengan Badan Teknologi, Informasi, dan Intelijen Keuangan (BaTii). Sistem baru ini menyatukan proses bisnis, kompilasi data, serta pemanfaatan teknologi informasi mutakhir untuk memperkuat peran Kemenkeu dalam mengawal belanja negara. Hal ini krusial mengingat porsi dana transfer ke daerah memiliki bobot yang sangat besar dalam postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Melalui interkoneksi Perdana, pemerintah pusat kini memiliki kapabilitas untuk membedah kebutuhan infrastruktur dan pembangunan daerah secara lebih komprehensif. Evaluasi serapan dana tidak lagi sekadar meninjau kelancaran arus pencairan anggaran, melainkan juga melacak dampak konkret yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Setiap rupiah yang disalurkan melalui TKD kini dapat dilacak kontribusinya terhadap target output yang telah ditetapkan, lokasi fisik proyek, pemenuhan kebutuhan lokal, hingga keselarasan dengan program prioritas nasional. Ini menandai era baru pengawasan keuangan daerah yang lebih transparan, akuntabel, dan berorientasi pada hasil nyata bagi kesejahteraan rakyat.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar