JAKARTA – Pemerintah secara tegas menjamin tidak akan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi hingga akhir tahun 2026. Keputusan strategis ini disampaikan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, di tengah bayang-bayang fluktuasi harga minyak mentah global yang dipicu oleh eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah.
Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan, ketahanan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) saat ini dinilai berada dalam kondisi yang sangat prima dan kokoh. Pemerintah, lanjutnya, telah menyiapkan serangkaian lapisan bantalan fiskal yang kokoh untuk meredam potensi risiko defisit, sehingga kebijakan harga BBM bersubsidi tetap dapat dipertahankan demi menjaga daya beli masyarakat.
"Iya pak, kami siap tidak menaikkan sampai akhir tahun untuk BBM bersubsidi ya pak ya," tegas Purbaya, menggarisbawahi komitmen fiskal pemerintah.

Related Post
Meskipun proyeksi asumsi makro dalam APBN 2026 menetapkan harga minyak mentah pada kisaran USD 70 per barel, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah melakukan simulasi risiko secara komprehensif. Simulasi ini mengantisipasi skenario terburuk di mana harga rata-rata melonjak signifikan hingga USD 80 bahkan USD 100 per barel. Langkah antisipatif ini menunjukkan kesiapan pemerintah dalam memitigasi potensi tekanan terhadap APBN akibat gejolak harga komoditas global.
Kepastian ini diharapkan memberikan ketenangan bagi masyarakat dan pelaku usaha, sekaligus menegaskan kapasitas fiskal negara dalam menjaga stabilitas ekonomi di tengah tantangan global.
(Feby Novalius/mediaseruni.co.id)









Tinggalkan komentar