Madura Geger! 13 Kg Emas VOC Terkubur, Nilainya Bikin Melongo?
Oleh: Feby Novalius
MADURA – Sebuah penemuan mengejutkan baru-baru ini mengguncang jagat arkeologi sekaligus pasar kolektor di Indonesia. Puluhan koin emas peninggalan Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) dengan total berat mencapai 13 kilogram ditemukan di wilayah Madura, diperkirakan memiliki potensi nilai ekonomi yang luar biasa. Penemuan ini sontak menarik perhatian luas, tidak hanya karena nilai historisnya yang tak ternilai, tetapi juga implikasi finansial yang mungkin menyertainya.

Related Post
Penemuan harta karun ini menjadi sorotan utama, mengingat VOC adalah salah satu entitas dagang terbesar dan terkaya di dunia pada masanya, meninggalkan jejak kekayaan yang kerap kali menjadi buruan para pemburu harta.
Lokasi Tak Terduga dan Kronologi Dramatis
Koin-koin bersejarah ini terkuak di lokasi yang tak terduga, yakni di lingkungan SDN Pejagang IV, sebuah institusi pendidikan dasar di Madura. Kronologi penemuan ini menambah nuansa dramatis pada kisah harta karun tersebut.
Semuanya bermula dari inisiatif Kepala Sekolah sekaligus guru di sekolah tersebut, Bapak Nuryasin. Saat sedang melakukan penggalian rutin di halaman sekolah, pada kedalaman yang relatif dangkal, sekitar 25 hingga 40 sentimeter, cangkulnya membentur sesuatu yang keras. Setelah digali lebih lanjut, ia menemukan sebuah wadah gerabah kuno yang menyimpan rahasia berabad-abad. Wadah tersebut berisi koin-koin berukir lambang VOC serta artefak lain dari era Hindia Belanda.
Potensi Nilai Ekonomi yang Fantastis
Temuan ini langsung menarik perhatian serius karena diduga memiliki nilai historis dan ekonomi yang sangat tinggi. Meskipun penilaian resmi oleh ahli numismatik dan sejarawan belum dirilis, banyak pihak, terutama para pengamat pasar barang antik dan kolektor koin, telah berspekulasi bahwa potensi harganya bisa menembus angka miliaran rupiah, bahkan lebih, mengingat kelangkaan dan kondisi koin yang mungkin masih terjaga.
Koin emas VOC bukan sekadar mata uang lama; ia adalah kapsul waktu yang menceritakan kejayaan perdagangan maritim, rute-rute rempah, dan kompleksitas ekonomi kolonial. Bagi kolektor, koin-koin semacam ini adalah aset investasi yang sangat dicari, seringkali dihargai jauh melampaui nilai intrinsik emasnya karena faktor kelangkaan, sejarah, dan otentisitas.
Penemuan ini juga berpotensi mendongkrak sektor pariwisata dan penelitian sejarah di Madura, membuka babak baru dalam pemahaman kita tentang jejak ekonomi kolonial di Nusantara. Publik kini menanti langkah selanjutnya dari pemerintah dan pihak terkait untuk memastikan pelestarian dan pemanfaatan optimal dari ‘harta karun’ yang tak ternilai ini.







Tinggalkan komentar