Jakarta, Mediaseruni.co.id – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, atau yang akrab disapa Ara, menyoroti posisi strategis Indonesia di tengah rivalitas ekonomi antara Amerika Serikat (AS) dan China. Ara menegaskan bahwa Indonesia secara konsisten menjaga hubungan baik dengan semua negara, termasuk kedua raksasa ekonomi tersebut.
Kendati baru-baru ini Indonesia menandatangani kesepakatan dagang signifikan dengan AS, hubungan bilateral dengan China tetap harmonis. Hal ini sejalan dengan prinsip politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif dan tidak memihak blok kekuatan manapun.
"Komunikasi Presiden terpilih Prabowo dengan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) sangat baik. Kunjungan pertamanya setelah terpilih adalah ke RRT, ini adalah bukti nyata," ujar Menteri Ara di acara 75 Tahun Persahabatan Indonesia-China, Senin (26/8/2025).

Related Post
Ara menambahkan, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, Indonesia mengedepankan prinsip diplomasi "Satu musuh terlalu banyak, seribu kawan terlalu sedikit." Indonesia berkomitmen untuk menjalin persahabatan dengan semua negara dan menghindari potensi konflik.
"Presiden Prabowo menjalin hubungan baik dengan RRT, AS, Rusia, Jepang, Prancis, dan negara-negara lain. Bahkan dengan negara-negara yang terlibat konflik sekalipun, Indonesia tetap menjaga hubungan baik," tegasnya.
Pernyataan ini menggarisbawahi komitmen Indonesia untuk memainkan peran sentral dalam percaturan ekonomi global, dengan menjaga keseimbangan hubungan dan memanfaatkan peluang dari semua pihak.









Tinggalkan komentar