Gelombang Bank Tutup Berlanjut! Ada Apa dengan Sektor Perbankan?

Gelombang Bank Tutup Berlanjut! Ada Apa dengan Sektor Perbankan?

Jakarta – Sektor perbankan Indonesia kembali dikejutkan dengan penutupan sejumlah lembaga keuangan. Hingga Juli 2025, tercatat 22 bank telah menghentikan operasionalnya. Terbaru, PT Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Dwicahaya Nusaperkasa yang berlokasi di Kota Batu, Jawa Timur, resmi ditutup.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mencabut izin usaha BPR tersebut pada 24 Juli 2025. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) kini tengah memproses pembayaran klaim penjaminan simpanan bagi para nasabah BPR Dwicahaya Nusaperkasa.

Gelombang Bank Tutup Berlanjut! Ada Apa dengan Sektor Perbankan?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Pgs. Sekretaris Lembaga LPS, Haghia Sophia Lubis, mengimbau nasabah untuk waspada terhadap tawaran bantuan pengurusan klaim dari pihak yang tidak bertanggung jawab. Ia menegaskan bahwa simpanan di bank yang beroperasi di Indonesia dijamin oleh LPS.

COLLABMEDIANET

"Nasabah tidak perlu ragu untuk kembali menyimpan uangnya di perbankan karena simpanan di semua bank yang beroperasi di Indonesia dijamin oleh LPS," ujar Haghia dalam keterangan resmi yang dikutip mediaseruni.co.id, Jumat (25/7/2025).

Untuk memastikan keamanan simpanan, LPS mengingatkan nasabah untuk memenuhi syarat 3T: tercatat dalam pembukuan bank, tingkat bunga simpanan tidak melebihi tingkat bunga penjaminan LPS, dan tidak melakukan tindak pidana yang merugikan bank.

Fenomena penutupan bank ini tentu menimbulkan pertanyaan besar. Apa yang sebenarnya terjadi di sektor perbankan Indonesia? Apakah ini pertanda krisis atau hanya bagian dari proses konsolidasi dan penyehatan industri? Mediaseruni.co.id akan terus menggali informasi dan memberikan laporan mendalam mengenai perkembangan ini.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar