JAKARTA – Fenomena "Rojali" (Rombongan Jarang Beli) menghantui pusat perbelanjaan. Masyarakat kini lebih memilih mal sebagai tempat rekreasi daripada berbelanja. Para pengelola mal harus putar otak!
Bhima Yudhistira, Direktur Eksekutif CELIOS, menjelaskan bahwa mal yang menjual barang mewah kini hanya jadi tempat "cuci mata". Konsumen kelas menengah lebih memprioritaskan kebutuhan pokok di tengah tekanan biaya hidup.
E-commerce juga jadi biang keladi. Diskon ongkos kirim dan promo menarik membuat konsumen beralih belanja online. Lalu, bagaimana nasib mal?

Related Post
"Mal harus bergeser jadi pusat F&B dan rekreasi keluarga," tegas Bhima. Mal yang sukses beradaptasi dengan konsep baru ini akan tetap bertahan dan meraup untung dari pengeluaran konsumen untuk hiburan. Mediaseruni.co.id









Tinggalkan komentar