Saham Melejit di Tengah IHSG yang Lesu

Saham Melejit di Tengah IHSG yang Lesu

mediaseruni.co.id – Pergerakan pasar modal Indonesia sepanjang pekan kedua bulan November menunjukkan dinamika yang cukup kontras. Di saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sedang berjuang menghadapi tekanan dan mencatatkan tren pelemahan, sejumlah emiten justru berhasil mencatatkan lonjakan harga yang sangat fantastis. Fenomena ini memberikan warna tersendiri bagi para investor yang jeli melihat peluang di tengah kondisi pasar yang sedang tidak menentu.

Berdasarkan data statistik Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG sepanjang periode perdagangan 2 hingga 6 November mengalami koreksi tipis sebesar 0,13 persen. Indeks ditutup pada level 5.050,429. Penurunan indeks ini turut berdampak pada kapitalisasi pasar BEI yang menyusut sebesar 1,34 persen, dari angka sebelumnya Rp8.862 triliun menjadi Rp8.744 triliun. Meski secara keseluruhan pasar terlihat lesu, namun ada beberapa saham yang justru "terbang" tinggi melampaui ekspektasi pasar.

Saham Melejit di Tengah IHSG yang Lesu
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Puncak kejutan datang dari PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT). Saham ini sukses menduduki posisi sebagai top gainer dengan kenaikan harga yang sangat drastis, yakni mencapai 190,91 persen hanya dalam waktu satu pekan. Jika menilik pergerakannya, harga saham MKNT yang semula berada di level Rp11 melonjak tajam hingga menyentuh angka Rp32 per lembar saham. Kenaikan ini menempatkan MKNT sebagai pemimpin pasar dalam daftar penguatan harga saham pekan ini.

COLLABMEDIANET

Tak kalah impresif, saham AIMS menyusul di posisi kedua dengan persentase kenaikan sebesar 125,96 persen. Harga saham AIMS yang sebelumnya berada di angka Rp520 berhasil meroket menjadi Rp1.175 per saham. Sementara itu, di urutan ketiga ditempati oleh saham TMPO yang mencatatkan penguatan sebesar 56,99 persen, bergerak dari Rp186 ke level Rp292 per saham.

Selain para pemimpin pasar tersebut, sejumlah saham lainnya juga menunjukkan performa yang sangat positif. Saham YUPI berhasil mencatatkan kenaikan sebesar 51,20 persen, di mana harganya bergerak dari Rp830 menjadi Rp1.255 per saham. Tren positif juga terlihat pada saham BAJA yang menguat 21,05 persen ke level Rp184, serta saham KINO yang naik 20,77 persen menjadi Rp1.570 per saham.

Daftar saham yang mencetak keuntungan juga mencakup BOBA yang naik 19,23 persen menjadi Rp186, AKPI yang menguat 17,65 persen ke angka Rp600, BREN yang naik 17,55 persen menjadi Rp2.110, serta KSIX yang menguat 17,16 persen ke level Rp396 per saham. Fenomena ini menunjukkan bahwa meskipun sentimen pasar secara makro sedang tertekan, pemilihan saham secara spesifik (stock picking) tetap bisa memberikan keuntungan besar bagi para pelaku pasar.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar