mediaseruni.co.id – Kabar kurang sedap menyelimuti dapur para ibu rumah tangga di seluruh Indonesia. Memasuki akhir pekan pada Jumat (6/11/2026), tren kenaikan harga sejumlah komoditas pangan pokok terpantau terjadi secara masif di berbagai wilayah. Lonjakan harga ini mencakup berbagai jenis bahan makanan mulai dari bumbu dapur, sumber karbohidrat, hingga protein hewani yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.
Kenaikan yang paling mencolok terlihat pada komoditas cabai. Berdasarkan pantauan pasar, cabai rawit hijau mengalami lonjakan harga yang sangat drastis hingga menyentuh angka Rp120.000 per kilogram. Kondisi ini tentu menjadi pukulan bagi pedagang makanan maupun konsumen rumah tangga yang sangat bergantung pada bumbu pedas tersebut. Tak hanya cabai rawit hijau, cabai merah keriting juga tak kalah meroket dengan kenaikan sebesar 31,74 persen, sehingga kini dibanderol seharga Rp110.000 per kilogram.

Kenaikan harga tidak hanya terjadi pada kelompok bumbu. Sektor protein hewani juga mengalami tekanan harga yang signifikan. Daging sapi kualitas I kini telah menembus angka Rp170.000 per kilogram, mengalami kenaikan sekitar 11,33 persen. Selain daging sapi, telur ayam ras segar juga mengalami kenaikan harga sebesar 8,18 persen, yang kini berada di level Rp31.750 per kilogram. Hal ini tentu menambah beban pengeluaran belanja bulanan keluarga.

Related Post
Merujuk pada data terbaru dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) Bank Indonesia, komoditas bawang merah juga ikut merangkak naik sebesar 5,12 persen ke angka Rp39.000 per kilogram. Sementara itu, sektor beras menunjukkan tren kenaikan yang cukup merata di berbagai kelas kualitas. Beras kualitas bawah I mengalami kenaikan tajam sebesar 20,4 persen menjadi Rp18.000 per kilogram. Kenaikan serupa juga terjadi pada beras kualitas bawah II, medium I, dan medium II yang semuanya berada di kisaran harga Rp18.000 per kilogram.
Bagi konsumen yang mencari kualitas lebih tinggi, harga beras kualitas super I dan super II juga mengalami penyesuaian. Kedua jenis beras kualitas super tersebut kini dibanderol dengan harga Rp19.000 per kilogram setelah mengalami kenaikan masing-masing sebesar 5,56 persen dan 8,88 persen.
Selain bahan pokok di atas, gula pasir lokal juga tercatat mengalami kenaikan tipis sebesar 2,56 persen, sehingga kini dihargai Rp20.000 per kilogram. Fenomena kenaikan harga pangan yang terjadi secara serentak ini menuntut masyarakat untuk lebih bijak dalam mengatur strategi belanja dan mengelola anggaran dapur agar kebutuhan gizi keluarga tetap terpenuhi di tengah situasi harga yang tidak menentu.









Tinggalkan komentar