mediaseruni.co.id – Upaya memperkuat ketahanan energi nasional terus dilakukan oleh PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI). Dalam langkah strategis terbaru, perusahaan ini berhasil mengamankan pasokan Liquefied Natural Gas (LNG) dalam skala besar dari Wilayah Kerja (WK) Masela. Kesepakatan ini diproyeksikan akan menjamin ketersediaan energi untuk kebutuhan pembangkit listrik di seluruh pelosok Indonesia selama hampir dua dekade ke depan.
Melalui kerja sama jangka panjang ini, PLN EPI akan menerima pasokan LNG sebesar 2,5 juta ton per tahun atau setara dengan 40 kargo LNG setiap tahunnya. Total volume yang akan diserap selama masa kontrak 18 tahun tersebut mencapai 37,5 juta ton atau setara dengan 600 kargo LNG. Rencananya, pasokan masif ini mulai dialirkan pada akhir tahun 2030 guna mendukung operasional pembangkit listrik milik PLN Group.

Plh Direktur Utama PLN EPI, Rakhmad Dewanto, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi besar perusahaan untuk menjaga keandalan pasokan listrik nasional. Mengingat kebutuhan energi yang terus melonjak, pengamanan energi primer sejak dini menjadi kunci agar tidak terjadi krisis pasokan di masa mendatang.

Related Post
"Pengamanan pasokan LNG dari WK Masela merupakan langkah strategis untuk memastikan ketersediaan energi primer bagi pembangkit PLN Group dalam jangka panjang," ujar Rakhmad dalam keterangannya di Jakarta.
Langkah ini juga selaras dengan proyeksi pertumbuhan kebutuhan listrik nasional yang telah disusun dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) periode 2025-2034. Dengan menjadi pembeli utama (fundamental buyer), PLN EPI berperan penting dalam mendorong percepatan eksekusi proyek pengembangan hulu migas di Indonesia. Hal ini diharapkan dapat mengoptimalkan potensi sumber daya gas bumi domestik agar tidak hanya bergantung pada sumber energi luar negeri.
Tak berhenti di Blok Masela, PLN EPI juga tengah melakukan diversifikasi sumber pasokan untuk memperkuat portofolio energinya. Perusahaan tengah mengembangkan proyek South Hub yang akan mengambil pasokan dari berbagai wilayah kerja migas lainnya, seperti Muara Bakau, East Sepinggan, Ganal, hingga West Ganal.
Proyek South Hub ini dijadwalkan akan beroperasi pada rentang tahun 2027 hingga 2037. Total volume yang direncanakan dari sumber ini mencapai sekitar 11,2 juta ton atau setara dengan 191 kargo LNG. Strategi diversifikasi ini bertujuan agar rantai pasok LNG perusahaan tetap berkelanjutan dan tidak terpaku pada satu sumber saja.
Selain fokus pada pengadaan, PLN EPI juga terus memperkuat infrastruktur midstream gas. Hal ini dilakukan agar distribusi LNG dapat menjangkau berbagai sistem kelistrikan di Indonesia secara efisien. Pengembangan infrastruktur tersebut mencakup pembangunan empat klaster gasifikasi serta sejumlah proyek Floating Storage and Regasification Unit (FSRU). Infrastruktur ini akan mencakup seluruh rantai pasok, mulai dari proses penyimpanan, pengangkutan, regasifikasi, hingga penyaluran gas langsung ke unit pembangkit listrik.









Tinggalkan komentar