Rahasia Panen Melimpah Petani Sumatera Utara

Rahasia Panen Melimpah Petani Sumatera Utara

mediaseruni.co.id – Transformasi sektor pertanian melalui teknologi modern mulai menunjukkan hasil yang menjanjikan di tanah Sumatera Utara. Melalui implementasi sistem Pertanian Modern atau Advanced Agriculture System (PM-AAS), sebuah terobosan baru dalam teknik budidaya padi berhasil mencatatkan angka produktivitas yang sangat impresif di tingkat percontohan.

Berdasarkan laporan terbaru dari Kementerian Pertanian, uji coba ubinan di Desa Sei Buluh, Kabupaten Serdang Bedagai, menunjukkan hasil yang luar biasa. Pada pengujian yang dilakukan pada pertengahan Agustus 2026, varietas unggul Inpari 33 mampu menghasilkan hingga 12 ton gabah per hektare. Angka ini merupakan hasil dari penerapan metode pertanian presisi yang mengombinasikan penggunaan varietas unggul, pengaturan jarak tanam yang optimal, manajemen pengairan yang disiplin, hingga pemanfaatan mekanisasi pertanian yang canggih.

Rahasia Panen Melimpah Petani Sumatera Utara
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, memberikan perhatian khusus terhadap capaian ini. Namun, ia menegaskan bahwa keberhasilan teknologi tidak boleh hanya berhenti pada angka statistik di atas kertas. Menurutnya, esensi utama dari modernisasi pertanian adalah bagaimana teknologi tersebut mampu menyentuh langsung kehidupan para petani di lapangan.

COLLABMEDIANET

"Target utama kita bukan sekadar angka produksi, melainkan kesejahteraan para petani. Modernisasi pertanian harus bertransformasi menjadi alat yang secara nyata meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan petani," tegas Amran dalam keterangannya.

Jika menilik data dari Badan Pusat Statistik (BPS), tren produksi padi di Sumatera Utara sebenarnya sedang menunjukkan tren positif. Sepanjang tahun 2025, produksi gabah kering giling (GKG) di wilayah ini mencapai angka 2.752.655 ton. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, angka ini melonjak signifikan sebesar 24,84 persen atau bertambah sekitar 547,78 ribu ton. Kenaikan ini berdampak langsung pada ketersediaan beras konsumsi penduduk yang mencapai 1.578.968 ton.

Namun, ada catatan penting yang menjadi tantangan bagi pemerintah ke depan. Meskipun total produksi melonjak, kenaikan tersebut ternyata lebih banyak didorong oleh perluasan lahan panen, bukan karena peningkatan produktivitas per hektare. Luas panen di Sumatera Utara melonjak dari 419.463 hektare pada 2024 menjadi 535.009 hektare pada 2025. Sementara itu, produktivitas rata-rata justru mengalami sedikit penurunan dari 52,56 menjadi 51,45 kuintal per hektare.

Kondisi inilah yang mendasari urgensi penerapan sistem PM-AAS. Pemerintah ingin memastikan bahwa pertumbuhan pangan tidak hanya bergantung pada pembukaan lahan baru, tetapi pada peningkatan kualitas hasil panen di lahan yang sudah ada.

Saat ini, Kabupaten Serdang Bedagai masih menjadi tulang punggung produksi padi di Sumatera Utara dengan kontribusi sebesar 356.508 ton GKG. Posisi ini diikuti oleh Deli Serdang, Mandailing Natal, Simalungun, dan Langkat. Dengan keberhasilan uji coba di Serdang Bedagai, diharapkan pola pertanian modern ini dapat direplikasi ke kabupaten lain guna memperkuat ketahanan pangan nasional.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar