Ubah Sampah Jadi Cuan Lewat Bisnis Biomassa

Ubah Sampah Jadi Cuan Lewat Bisnis Biomassa

mediaseruni.co.id – Peluang bisnis baru kini tengah terbuka lebar bagi para pengusaha di berbagai daerah di Indonesia. Bukan dari sektor konvensional, melainkan melalui pemanfaatan limbah dan sampah yang selama ini dianggap tidak berguna untuk diubah menjadi biomassa. Melalui pengembangan rantai pasok bioenergi, limbah organik kini berpotensi menjadi komoditas bernilai ekonomi tinggi yang dapat menyokong kebutuhan energi nasional.

PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) secara aktif mendorong para pelaku usaha lokal untuk terjun ke dalam ekosistem ini. Langkah ini diambil guna mendukung program co-firing, yakni proses pencampuran bahan bakar biomassa ke dalam pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) untuk mengurangi penggunaan batu bara.

Ubah Sampah Jadi Cuan Lewat Bisnis Biomassa
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir, mengungkapkan bahwa kebutuhan akan biomassa di Indonesia sangatlah masif. Saat ini, terdapat sekitar 52 lokasi PLTU dengan total kapasitas terpasang mencapai 18.154 megawatt (MW). Untuk mengoperasikan seluruh unit tersebut, dibutuhkan pasokan biomassa hingga 9 juta ton setiap tahunnya. Angka ini menjadi sinyal kuat adanya pasar yang sangat besar bagi para penyedia bahan baku.

COLLABMEDIANET

"Bisnis ini dirancang untuk melibatkan sebanyak mungkin pengusaha lokal," ujar Hokkop dalam keterangannya saat menghadiri Rapat Kerja Daerah DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Jawa Barat di Bekasi.

Dalam skema yang ditawarkan, pengusaha tidak hanya terbatas pada perusahaan skala besar. PLN EPI membuka pintu seluas-luasnya bagi koperasi, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), kelompok tani, hingga pelaku UMKM. Para pelaku usaha ini dapat mengambil peran dalam berbagai tingkatan rantai pasok, mulai dari pengumpulan bahan baku di lapangan, proses pengolahan, manajemen penyimpanan, hingga distribusi atau pengiriman ke lokasi pembangkit. Mereka dapat terlibat sebagai pengelola sub hub, hub, maupun main hub.

Sumber bahan baku yang bisa diolah pun sangat beragam dan mudah ditemukan di sekitar lingkungan masyarakat. Mulai dari serbuk gergaji, sisa tebangan kayu, sekam padi, bonggol jagung, batang singkong, hingga berbagai jenis limbah organik lainnya.

Data PLN EPI menunjukkan bahwa hingga periode 2023-2026, realisasi penyediaan biomassa telah mencapai 4,77 juta ton. Namun, tantangan sekaligus peluang besar muncul karena saat ini lebih dari 77 persen pasokan masih didominasi oleh biomassa berbasis kayu. Hal ini menunjukkan adanya ruang diversifikasi yang luas untuk mengoptimalkan residu dari sektor pertanian, perkebunan, dan pengelolaan sampah kota.

Sebagai contoh nyata di Jawa Barat, PLN EPI telah memetakan potensi pemanfaatan sampah dari Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Gedebage. Sampah tersebut dapat diolah menjadi Bahan Bakar Jumputan Padat (BBJP) yang siap digunakan untuk kebutuhan co-firing di PLTU.

Dalam merancang rantai pasok yang efisien, PLN EPI juga sangat memperhatikan aspek logistik. Jarak antara sumber bahan baku dengan lokasi pembangkit menjadi faktor penentu keekonomian bisnis ini. Sebagai gambaran, dari TPS Gedebage, distribusi dapat diarahkan ke PLTU Indramayu dengan jarak 150 km, Pelabuhan Ratu 170 km, Adipala 185 km, hingga ke PLTU Lontar yang berjarak 240 km. Dengan manajemen logistik yang tepat, bisnis pengolahan sampah menjadi biomassa ini diprediksi akan menjadi mesin ekonomi baru bagi masyarakat daerah.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar