mediaseruni.co.id – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) kini tengah mengambil langkah tegas guna meningkatkan standar keamanan bagi pengguna jasa transportasi daring. Dalam upaya meminimalisir risiko kecelakaan di jalan raya, pemerintah secara khusus meminta perusahaan aplikator ojek online (ojol) untuk lebih proaktif dalam memantau kondisi kelayakan kendaraan yang digunakan oleh para mitra pengemudi mereka.
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menekankan bahwa aspek keselamatan bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan fondasi utama dalam transformasi layanan transportasi online di Indonesia. Langkah ini menjadi krusial, mengingat adanya rencana besar pemerintah untuk mengintegrasikan transportasi online ke dalam sistem moda angkutan umum resmi. Hal tersebut nantinya akan diatur secara lebih mendalam melalui revisi Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Dudy menjelaskan bahwa setiap kendaraan roda dua yang digunakan untuk mengangkut penumpang wajib memenuhi standar operasional yang ketat. Standar tersebut mencakup ketersediaan perlengkapan keselamatan seperti helm yang layak, hingga pemeliharaan mesin secara berkala agar kendaraan tetap dalam kondisi prima saat melintasi jalanan.

Related Post
"Standarnya harus jelas, mulai dari penggunaan helm hingga bagaimana perawatan kendaraan itu dilakukan secara rutin," ujar Dudy saat memberikan keterangan di kantor Kementerian Perhubungan pada Jumat (9/10/2026).
Lebih lanjut, Dudy memberikan saran teknis kepada pihak aplikator agar memanfaatkan teknologi yang mereka miliki untuk pengawasan. Menurutnya, perusahaan aplikator memiliki akses terhadap data perjalanan pengemudi yang sangat besar. Data tersebut seharusnya tidak hanya digunakan untuk kepentingan bisnis semata, tetapi juga untuk kepentingan keselamatan publik.
Salah satu mekanisme yang diusulkan adalah dengan memantau intensitas perjalanan pengemudi, baik dalam skala harian maupun bulanan. Dengan data tersebut, aplikator dapat menciptakan sistem peringatan dini atau alert otomatis kepada pengemudi. Misalnya, jika seorang pengemudi telah menempuh jarak tertentu yang cukup tinggi, aplikasi dapat memberikan notifikasi agar pengemudi segera melakukan servis rutin atau pengecekan komponen vital kendaraan.
"Aplikator punya kemampuan untuk memonitor seberapa banyak perjalanan yang dilakukan pengemudi dalam satu hari atau satu bulan. Dari data itu, aplikator bisa memberikan pengingat atau semacam peringatan agar pengemudi melakukan perawatan kendaraan tepat waktu," tambah Dudy.
Langkah preventif ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem transportasi daring yang lebih aman dan terpercaya. Dengan adanya pengawasan berbasis data dari pihak aplikator, risiko kecelakaan akibat kegagalan teknis kendaraan dapat ditekan secara signifikan. Selain itu, hal ini juga akan memberikan rasa aman yang lebih tinggi bagi masyarakat yang setiap harinya mengandalkan jasa ojek online sebagai moda transportasi utama.








Tinggalkan komentar