Strategi Besar Kejar Target Ekonomi 8 Persen

Strategi Besar Kejar Target Ekonomi 8 Persen

mediaseruni.co.id – Pemerintah Indonesia tengah menyusun langkah strategis besar-besaran untuk mengakselerasi roda ekonomi nasional. Fokus utama saat ini adalah memperkuat sektor manufaktur domestik guna mengejar ambisi pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen yang telah dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto untuk tahun 2029 mendatang.

Menteri Perindustrian, Muhammad Sarmuji, mengungkapkan bahwa kunci utama dalam mencapai target ambisius tersebut terletak pada penguatan sektor-sektor industri strategis. Salah satu pilar yang menjadi perhatian utama adalah klaster industri kimia, farmasi, dan tekstil (IKFT). Menurut Sarmuji, sektor ini bukan sekadar penggerak ekonomi biasa, melainkan mesin utama dalam menciptakan nilai tambah produk dalam negeri.

Strategi Besar Kejar Target Ekonomi 8 Persen
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Lebih lanjut, sektor IKFT diproyeksikan akan menjadi ujung tombak dalam meningkatkan volume ekspor, menarik arus investasi asing maupun domestik, serta yang paling krusial adalah kemampuannya dalam menyerap tenaga kerja dalam skala masif. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk menekan angka pengangguran sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui industrialisasi.

COLLABMEDIANET

Secara matematis, target pertumbuhan ekonomi ini akan berdampak langsung pada Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Pemerintah memproyeksikan adanya penambahan nilai PDB sebesar Rp7.674 triliun dalam rentang waktu 2026 hingga 2029. Jika rencana ini berjalan mulus, PDB nasional yang pada tahun 2025 diperkirakan berada di angka Rp23.312 triliun, diharapkan mampu melonjak hingga menyentuh angka Rp30.986 triliun pada tahun 2029.

Dalam peta jalan industri tersebut, sektor IKFT diberikan target pertumbuhan yang cukup agresif, yakni mencapai 7,85 persen pada tahun 2029. Kontribusi sektor ini terhadap PDB nasional ditargetkan menyentuh angka 4,35 persen, sementara pangsa pasar ekspornya dipatok sebesar 18,66 persen.

Kabar baiknya, fondasi ekonomi di sektor ini sebenarnya sudah mulai menunjukkan tren positif. Berdasarkan data terbaru pada triwulan II 2026, industri tekstil dan pakaian jadi telah mencatatkan pertumbuhan yang solid sebesar 6,36 persen. Angka yang lebih impresif terlihat pada industri kulit, barang dari kulit, serta alas kaki yang mampu melesat hingga 11,30 persen.

Keberhasilan ini juga tercermin dari neraca perdagangan luar negeri. Sepanjang periode Januari hingga Juli 2026, nilai ekspor dari sektor IKFT telah mencapai angka fantastis sebesar USD34,2 miliar. Angka ini berhasil melampaui nilai impor yang tercatat sebesar USD32,75 miliar, sehingga sektor ini berhasil membukukan surplus perdagangan yang signifikan. Pencapaian ini menjadi modal kuat bagi Kementerian Perindustrian untuk terus mendorong transformasi industri nasional menuju visi ekonomi 8 persen.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar