mediaseruni.co.id – Langkah strategis dalam memperkuat ketahanan energi di Pulau Jawa resmi diambil dengan memperluas jangkauan pengelolaan armada mobil tangki pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM). Mulai 1 Oktober 2026, sistem pengelolaan distribusi ini resmi diperluas ke wilayah Jawa Bagian Barat guna memastikan pasokan energi tetap stabil dan efisien bagi masyarakat.
Perluasan cakupan operasional ini mencakup manajemen armada secara menyeluruh, mulai dari pengaturan jadwal pengiriman, pemeliharaan rutin kendaraan tangki, hingga pemantauan operasional distribusi secara real-time. Langkah ini diambil untuk menjawab tantangan logistik yang semakin kompleks di wilayah dengan mobilitas tinggi.

Dalam skema baru ini, tujuh titik vital yang menjadi fokus pengelolaan adalah Integrated Terminal (IT) Plumpang Jakarta, FT Tanjung Gerem, FT Cikampek, FT Ujung Berung, FT Padalarang, IT Balongan, dan FT Tasikmalaya. Ketujuh lokasi ini merupakan pilar utama dalam rantai distribusi energi di wilayah Jawa Bagian Barat.

Related Post
Direktur Utama PT Patra Logistik, Yock Yorlando, menjelaskan bahwa perluasan ini merupakan bagian dari pengembangan berkelanjutan perusahaan. Sebelumnya, sistem Fleet Management atau manajemen armada telah sukses diterapkan di wilayah Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Jawa Timur. Dengan tambahan wilayah baru ini, maka cakupan pengelolaan distribusi BBM kini telah mencakup seluruh wilayah di Pulau Jawa.
"Perluasan pengelolaan Fleet Management ke wilayah Jawa Bagian Barat merupakan kelanjutan dari keberhasilan kami dalam mengelola distribusi di Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Timur," ujar Yock Yorlando dalam keterangannya.
Wilayah Jawa Bagian Barat memiliki karakteristik operasional yang sangat unik dan menantang. Kawasan ini tidak hanya mencakup area metropolitan Jabodetabek yang padat, tetapi juga merupakan pusat kawasan industri besar di Jawa Barat. Selain itu, wilayah ini menjadi jalur logistik krusial yang menghubungkan arus distribusi antara Pulau Jawa dengan Pulau Sumatera.
Dengan adanya sistem manajemen armada yang lebih terintegrasi dan modern, diharapkan risiko keterlambatan pengiriman BBM dapat diminimalisir. Selain itu, pemeliharaan kendaraan yang lebih teratur akan menjamin keamanan selama proses distribusi berlangsung, mengingat muatan yang dibawa adalah komoditas energi yang sangat sensitif.
Efisiensi dalam manajemen armada ini diharapkan mampu memberikan dampak positif pada stabilitas harga dan ketersediaan stok BBM di SPBU maupun industri di seluruh Jawa Bagian Barat. Dengan manajemen yang lebih rapi, rantai pasok energi nasional diharapkan menjadi lebih tangguh dalam menghadapi dinamika permintaan pasar yang terus meningkat.







Tinggalkan komentar