Misteri Kematian Sutrimo Bisa Diusut Lagi

Misteri Kematian Sutrimo Bisa Diusut Lagi

mediaseruni.co.id – Pihak kepolisian melalui Polda Metro Jaya memberikan sinyal terbuka untuk membuka kembali tabir kematian Sutrimo. Meski saat ini penyidikan belum menemukan adanya indikasi tindak pidana, polisi menegaskan bahwa kasus ini tidak akan ditutup secara permanen jika di masa mendatang muncul bukti baru atau yang dikenal dengan istilah novum.

Kasus yang sempat menyita perhatian publik ini bermula dari kematian Sutrimo, seorang pria yang disebut-sebut sebagai mantan pekerja di kediaman eks Jampidsus, Febrie Adriansyah. Kematiannya memicu berbagai spekulasi, hingga akhirnya pihak kepolisian melakukan serangkaian prosedur hukum yang mendalam, termasuk melakukan proses ekshumasi atau penggalian makam untuk memeriksa jenazah secara medis.

Misteri Kematian Sutrimo Bisa Diusut Lagi
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Wadirreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP I Dewa Anom Danujaya, menjelaskan bahwa hasil dari proses ekshumasi tersebut menjadi landasan utama bagi penyidik dalam menyusun kronologi kematian korban. Berdasarkan pemeriksaan medis yang dilakukan pasca-ekshumasi, tim ahli tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban. Selain itu, tidak ditemukan pula adanya zat-zat berbahaya atau racun yang diduga menjadi penyebab utama kematian.

COLLABMEDIANET

"Dari hasil ekshumasi tersebut, kami memulai proses penyidikan secara menyeluruh. Namun, kesimpulan sementara menunjukkan bahwa tidak ditemukan tanda kekerasan maupun zat berbahaya yang menyebabkan korban meninggal dunia," ujar Anom dalam keterangannya kepada awak media pada Rabu (30/9).

Penyidik juga telah melakukan sinkronisasi antara hasil pemeriksaan medis dengan keterangan para saksi serta sejumlah barang bukti yang telah disita sebelumnya. Hingga saat ini, seluruh rangkaian data tersebut belum mengarah pada dugaan adanya tindak pidana. Meski demikian, Anom menekankan bahwa hukum bersifat dinamis. Jika di kemudian hari ditemukan bukti-bukti baru yang kuat, maka penyidikan akan segera diaktifkan kembali.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Tim Ekshumasi, Ahmad Yudianto, memberikan penjelasan teknis mengenai penyebab medis kematian Sutrimo. Berdasarkan hasil pemeriksaan mendalam, tim menyimpulkan bahwa Sutrimo meninggal dunia akibat penyakit jantung iskemik.

Menanggapi fenomena busa putih yang sempat ditemukan keluar dari mulut korban saat ditemukan tak sadarkan diri, Yudianto memberikan klarifikasi medis. Ia menjelaskan bahwa kondisi tersebut merupakan dampak dari edema paru akut.

"Busa putih yang keluar dari mulut korban disebabkan oleh adanya cairan pada paru-paru serta lendir. Hal ini mengakibatkan saluran pernapasan tidak lancar, sehingga saat terjadi proses pernapasan yang sulit, cairan tersebut teraduk dan keluar dalam bentuk busa putih," jelas Yudianto.

Sebagai informasi, Sutrimo dinyatakan meninggal dunia pada Kamis (23/7) lalu. Ia ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di area halaman Klinik Mordent, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Korban sempat dievakuasi menggunakan ambulans menuju RS Muhammadiyah Taman Puring sebelum akhirnya dinyatakan wafat.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar