mediaseruni.co.id – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melakukan kunjungan takziah ke kediaman Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, pada Senin (28/9) malam. Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan terakhir dan ungkapan belasungkawa mendalam atas berpulangnya Guruh Soekarnoputra, putra bungsu dari Proklamator sekaligus Presiden pertama RI, Soekarno.
Kehadiran Presiden Prabowo di tengah keluarga besar Soekarnoputri menjadi simbol solidaritas dan rasa hormat negara terhadap keluarga besar Sang Proklamator. Dalam pertemuan yang berlangsung khidmat tersebut, Presiden menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada Megawati Soekarnoputri beserta seluruh keluarga besar yang ditinggalkan.

Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, melalui keterangan resmi di akun media sosial Sekretariat Kabinet, mengonfirmasi kehadiran Presiden. Ia menyebutkan bahwa dalam kunjungan tersebut, Presiden Prabowo tidak hanya menyampaikan simpati, tetapi juga memberikan penghormatan tinggi atas jasa dan dedikasi almarhum semasa hidupnya.

Related Post
"Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan kekuatan, kesabaran, dan ketabahan dalam menghadapi masa sulit ini," tulis Teddy dalam unggahannya.
Dalam rombongan kunjungan tersebut, Presiden Prabowo tidak datang sendiri. Ia didampingi oleh sejumlah pejabat tinggi negara, di antaranya Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Kehadiran para tokoh penting ini menunjukkan betapa besarnya pengaruh dan sosok almarhum di mata bangsa Indonesia.
Guruh Soekarnoputra, yang memiliki nama asli Muhammad Guruh Irianto Soekarnoputra, mengembuskan napas terakhirnya pada Sabtu (26/9) dalam usia 73 tahun. Beliau merupakan putra bungsu dari pasangan Presiden Soekarno dan Ibu Fatmawati. Jenazah almarhum telah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak.
Sepanjang perjalanan hidupnya, Guruh dikenal sebagai sosok yang multitalenta. Ia memiliki latar belakang pendidikan yang kuat, mulai dari menempuh studi Arkeologi di University of Amsterdam, Belanda, hingga meraih gelar Magister Manajemen di Indonesia. Namun, nama Guruh lebih melekat kuat di hati masyarakat melalui kontribusi besarnya di dunia seni.
Ia adalah maestro yang berhasil memadukan unsur tradisional dan modern dalam seni tari serta musik. Melalui grup kesenian Swara Mahardika, GSP Production, hingga grup legendaris Guruh Gipsy, ia telah meninggalkan jejak sejarah yang tak terhapuskan dalam industri kreatif tanah air. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi seluruh pecinta seni di Indonesia.










Tinggalkan komentar