mediaseruni.co.id – Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman melontarkan pernyataan mengejutkan terkait penindakan terhadap sindikat kejahatan pangan. Ia mengungkapkan ada 102 tersangka yang kini telah teridentifikasi dalam kasus-kasus terkait pangan sepanjang tahun 2024 hingga 2026. Angka ini diperkirakan akan terus bertambah, dengan potensi munculnya 20 tersangka baru dalam tiga bulan ke depan.
Amran menegaskan pemerintah tidak akan berkompromi dalam memberantas praktik curang yang merugikan masyarakat. "Banyak pihak yang tidak senang, tapi mafia harus kita bereskan," ujarnya dengan tegas. Ia menambahkan bahwa instruksi langsung dari Presiden sangat jelas: "kirim ke neraka" bagi para pelaku kejahatan pangan. Penindakan ini merupakan wujud komitmen serius untuk menjaga stabilitas dan keamanan pasokan pangan nasional.

Salah satu fokus pengawasan ketat Bapanas adalah peredaran beras fortifikasi. Sebelumnya, tim menemukan 25 merek beras fortifikasi dari 11 pelaku usaha yang diduga tidak memenuhi standar. Pelanggaran ini mencakup aspek administrasi, kandungan gizi, hingga mutu produk yang tidak sesuai ketentuan. Amran menyebut para pelaku ini sebagai "musuh negara" yang harus ditindak tegas.

Related Post
Temuan mengejutkan tersebut merupakan hasil investigasi mendalam yang dilakukan Bapanas selama periode Juli hingga Agustus 2026. Pengawasan dilakukan di 11 provinsi berbeda, dengan mengumpulkan 190 sampel yang mewakili 27 nama dagang beras fortifikasi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa 25 merek yang bermasalah tidak memenuhi ketentuan kandungan dan mutu sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) 9314:2024 untuk kernel beras fortifikan serta SNI 9372:2025 untuk beras fortifikasi. Pemerintah berjanji akan terus memperkuat pengawasan demi melindungi konsumen dari produk pangan yang tidak berkualitas.







Tinggalkan komentar