25 C
Jakarta
Sabtu, Januari 28, 2023

Tolak UU Cipta Kerja, Ini Kata Aliansi Mahasiswa Kotabumi

LAMPUNG, MEDIA SERUNI – Ratusan Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Lampung Utara (Lampura) lakukan aksi demo menolak pengesahan Omnibuslaw UU Ciptakerja, Senin (12/10/2020).

Aksi Aliansi Mahasiswa tersebut dimulai dari halaman Kantor Pemkab setempat serta berlanjut dengan melakukan longmars menuju Bundaran Tugu Payan Mas dan bertitik akhir aksi digedung DPRD Lampura.

Afat Satria, Koordinator Aksi menyatakan UU Ciptakerja memiliki banyak permasalahan mulai dari proses penyusunan hingga substansi lainya dinilai cacat prosedur, karena dilakukan secara tertutup dan tidak transfaran, serta tidak memberikan ruang partisipasi dari masyarakat sipil.

Lebih jauh dirinya memaparkan, sampai saat inipun draf Ciptakerja tidak disosialisasikan secara baik oleh Badan Legislasi Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), sehingga partisipasi masyarakat terkesan terbatas.

“Ini jelas melanggar ketentuan dari pasal 89 Jo. 96 UU No. 12 tahun 2011 tentang pembentukan peraturan perundang – undangan, yang mewajibkan pemerintah untuk membuka akses kepada masyarakat,” tandas Afat.

Terlebih lagi, lanjut Afat, naskah Omnibuslaw disusun satgas omnibuslaw, berisi 127 orang pengusaha yang memiliki konflik kepentingan dengan pemerintah. Seperti mantan tim sukses ditambah lagi terkait kebijakan dan prosesnya disatgas ini abnormal serta tertutup”, terang Afat.

Secara sederhana dapat kita simpulkan bahwa omnibuslaw UU Ciptakerja sangat berpotensi melanggar hak konstitusional warga negara, merugikan para pekerja (buruh), petani dan masyarakat adat serta bisa memberikan dampak buruk bagi kelestarian lingkungan hidup di Indonesia, tambahnya.

Sementara Ketua DPRD Lampura Romli A.md meminta maaf kepada seluruh peserta aksi dikarenakan walau dirinya selaku Ketua DPRD ia tidak mempunyai kuasa dalam memberikan perintah kepada setiap fraksi yang menyetujui UU Ciptakerja.

Akan tetapi, katanya, persoalan yang saat ini tengah terjadi telah disampaikan kepada setiap fraksi yang ada. “Sekali lagi saya meminta maaf kepada para peserta aksi, karena selaku ketua saya hanya sebagai Koordinator saja,” kata Romli.

BACA JUGA:  Masa Jabatan Bupati Budi Utomo Diprediksi Berakhir Setahun Lebih Cepat

Namun apa yang menjadi tuntutan para Mahasiswa semua akan ia sampaikan ke pemerintah pusat melalui surat Aliansi Masyarakat Lampura Bergerak yang menuntut kepada Presiden Jokowi agar UU Ciptakerja yang disahkan kemarin untuk dicabut dan dibatalkan.

“Secara pribadi saya pastikan surat ini akan sampai terlepas yang lain tanda tangan ataupun tidak,” pungkas Romli.

Wartawan : Hairudin
Kabiro : Roffi Permadani

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Stay Connected

2,411FansSuka
146PengikutMengikuti
28PengikutMengikuti

Latest Articles

%d blogger menyukai ini: