26 C
Jakarta
Sabtu, Februari 4, 2023

Teman-temannya Membawa Randi ke RS Dokter Ismoyo

KENDARI, MEDIA SERUNI – Randi, mahasiswa di Kendari, Sulawesi Tenggara, tewas tertembak saat demo menyuarakan aspirasinya menolak RUU KUHP dan RUU KPK di depan DPRD Sultra.

Mahasiswa Universitas Halu Oleo itu dibawa rekan-rekannya ke Unit Gawat Darurat RS Dokter Ismoyo pada pukul 15.00 Wita, Kamis (26/9). Namun nahas, mesti sudah ditangani gabungan tim dokter spesialis bedah, anestesi, dan dokter umum, nyawa Randi tetap tidak tertolong. Randi dinyatakan meninggal dunia pada 15.44 Wib.

“Kalau tidak salah, sampe di sini sekitar jam tiga lewat, setelah asar, lalu dilakukan pertolongan oleh gabungan tim dokter, namun tidak tertolong,” ungkap Tim Medis RS Ismoyo, Sersan Mayor Salam SR.

Diketahui, ada luka tembak di bagian dada Randi. Pihak keluarga tampak histeris saat tiba di UGD dan mengetahui mahasiswa Fakultas Perikanan tersebut meninggal dunia. Jenazah Randi kemudian dibawa ke RS Bhayangkara untuk menjalani autopsi.

Kematian Randi akibat tertembak sudah dipastikan dokter. Namun belum bisa dipastikan jenis peluru yang menewaskan Randi. Dokter belum bisa memastikan apakah itu peluru tajam atau peluru karet. “Luka tembak. (Soal peluru) saya nggak lihat barangnya,” kata dokter yang memeriksa Randi, dr Yudhi Ashary, kepada wartawan di RS Ismoyo, hari ini. (dirilis dari detik.com)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Stay Connected

2,411FansSuka
146PengikutMengikuti
48PengikutMengikuti

Latest Articles

%d blogger menyukai ini: