25 C
Jakarta
Minggu, Februari 5, 2023
BKD Pemalang
HUT Kabupaten Pemalang

Syeh Wali Pasai Selamatkan Raden Kembara

Darah Jingga (6)

SEBELAS orang bertampang sangar melesat turun. Sementara manusia berseragam hitam putih kontan berseru kaget begitu mengenali ilmu tersebut. “Jala Sutra!”
Benar. Inilah Ilmu Jala Sutra. Ilmu ini sangat berbahaya. Sebenarnya meniru gerakan nelayan menjala ikan. Inti kekuatannya terletak pada bagian tengah Jala yang dibanduli lima buah rantai rantai pendek berujung ujung runcing menyerupai mata tombak berbentuk mata pancing. Jarang ada lawan yang luput bila ilmu ini sudah digelar.
Tetapi manusia berseragan hitam putih justru berteriak lain, seiring lesatannya menyadari bahaya besar tengah mengancam lelaki berbaju hijau muda.
“fitnah!!”
Itulah yang meluncur dari mulutnya. Aneh. Mengapa manusia berseragam hitam putih berucap Fitnah? Padahal inilah suatu ilmu langka teramat dahsyat yang tidak sembarang orang sanggup mempelajari. Tentu saja hal ini menimbang betapa kejam dan telengasnya sifat sifat yang terkandung didalam Ilmu Jala Sutra.

Ilmu Jala Sutra sengaja membikin lawannya kehabisan tenaga dengan memaksanya menghindari sergapan mata mata kali. Sudah tentu didukung dengan formasi para pemainnya yang berlompat lompatan mengitari sembari sesekali memberi angin pada calon korban untuk semakin menguras tenaganya.
Inilah inti ilmu jalasutra. Terkadang memberi angin seolah hendak menyelamatkan tathu tahu sudah menghempas kedalam bahaya maut yang takan pernah luput. Telengas! Karena terkandang langsung membunuh dengan cara menancapkan mata mata kail berbentuk mata tombak melengkung kesetiap anggota tubuh korbannya. Dan menggantungnya diudara tersangkut diantara jaring jaring terbuat dari baja hitam.
Lalu mengapa Fitnah?
Sudah jelas. Dalam salah satu sifatnya Ilmu Jala Sutra selalu memancing salah satu pemainnya seolah siap untuk diserang. Dan pemainnya itu seakan tidak berdaya.
Justru itu merupakan sebuah pancingan untuk menguras tenaga lawan. Karena pada saat bersamaan pemain lainnya akan datang menolong. Lalu mengumpankan lagi salah satu pemainnya dan begitu seterusnya sampai tenaga calon korbannya benar benar terkuras habis.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Stay Connected

2,411FansSuka
146PengikutMengikuti
48PengikutMengikuti

Latest Articles

%d blogger menyukai ini: