25 C
Jakarta
Minggu, Februari 5, 2023
BKD Pemalang
HUT Kabupaten Pemalang

Syeh Wali Pasai Muncul di Gunung Jati

Darah Darah Jingga (2)

ADA sesuatu dirasakan menahan di bagian dada. Semacam gumpalan yang kian memadat. “Duh, adakah hubungannya dengan putra Maulana Ishak yang hilang di Samudera Selatan…”

Kanjeng Gunungjati juga dikenal sebagai Syeh Pasai sebelum bermukim di Gunungjati. Selamanya dia akan merasa menyesal gagal menyirab kabar keberadaan putra Syeh Maulana Ishak yang dikabarkan terdampar di bumi Jawa.

Kanjeng Gunungjati perdengarkan asma Allah. “Air mengalir mengikuti arah. Tetapi arahnya bisa dibelokkan oleh angin. Lihatlah batu, ia sabar menunggu sampai akhir zaman. Lihatlah pohon kering itu, sudah takdirnya mati setelah hidup. Langit, bumi, awan dan samudera berada dalam gemggamanNya. Kalau Dia mau akan sampai juga akhir zaman…”

Sebentar terhenti, sebelum kemudian terdengar lagi melanjutkan… “Air sungai tak selamanya mengalir ke laut. Air laut tak mungkin menjadi tawar. Sudah satu abad manusia mencoba belajar dari alam. Langit menjadi saksi kekejaman manusia-manusia serakah berhati serigala.”

Sekejap. Udara dingin yang mencucuk ke tulang dirasakan sirnah. Angin tadi berhembus dirasakan terhenti sesaat. Dari arah luar terdengar ringan kaki melangkah. Kanjeng Gunungjati masih menunduk ketika lantunan syair kembali memenuhi udara.

“Aku. Bagaikan awan putih. Terombang ambing antara ada dan tiada. Yang goib tak mudah dilihat. Begitu halnya dengan yang nyata. Tidak seperti nyata terlihat…”

Kanjeng Gunungjati angkat wajah yang menunduk. Bibir masih melapazkan asma Allah. Masih tertangkap telinga sebelum orang diluar ucapkan salam. “…Aku tahu. Tiada satu manusia pun di dunia ini yang tahu akan arti kegoiban. Sebanyak rambut di kepala, seumpama itu bila hendak menghitung bintang di langit. Maka hanya Sang Maha yang mengetahui yang goib. Karena seaungguhnya, baik yang nyata maupun yang goin Dialah yang menciptakan… Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, wahai manusia yang aku kenal dengan sebutan Syeh Pasai….”

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Stay Connected

2,411FansSuka
146PengikutMengikuti
48PengikutMengikuti

Latest Articles

%d blogger menyukai ini: