23.9 C
Jakarta
Sabtu, Januari 28, 2023

Program PITAP Bisa Bantu Pembudidaya Ikan di Masa Pandemi

KARAWANG, MEDIA SERUNI – Dinas Perikanan Karawang menyambut baik Pengelolaan Irigasi Tambak Partisipatif (Pitap) yang digulirkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Kepala Seksi (Kasie) Sarana dan Prasana Dinas Perikanan Karawang Nur Ridwan, Kamis (1/10/2020) mengatakan itu. “Dimasa pandemi budi daya ikan bisa menjadi andalan bagi masyarakat yang bergerak dibidang budidaya ikan,” ucap Nur, dikutip mediaseruni.co.id.

Melalui Program Pitap itu, terang Nur, masyarakat bisa mendapatkan pekerjaan dan menghasilkan uang dari program itu sehingga berguna bagi normalisasi tambak.

“Ada tiga titik di wilayah Karawang untuk normalisasi saluran. Yakni di Batujaya, Cibuaya dan Tirtajaya. Mereka bisa mendapatkan upah dari pekerjaan itu,”paparnya.

Disinggung soal anggaran, Nur mengatakan berasal dari pusat dan DAK. secara detail Ridwan pun merinci di Batujaya dan Cibuaya
normalisasi bisa sepanjang 1300 meter ditambah partisipasi masyarakat sekitar 200 meter.

Sedangkan di Cibuaya, Ridwan merinci ada 1500 meter dengan partisipasi masyarakat sekitar 300 meter. Di Tirtajaya panjang bisa mencapai 1547 meter dengan 500 meter merupakan partisipasi masyarakat.

Ridwan pun menerangkan Dinas Perikanan Karawang tengah melakukan koordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan terkait perubahan anggaran. Kabupaten Karawang sendiri sambung Ridwan mendapatkan empat titik normalisasi saluran untuk perubahan anggaran seperti tersebut seperti kecamatan Tempuran,Cilamaya wetan, Cibuaya dan Bayujaya.

Masih dijelaskan Ridwan, saat ini Dinas Perikanan harus ektra kerja keras mendapatkan program itu. Dirinya berharap pembudidaya ikan Karawang bisa meningkatkan produksinya.

“Dinas Perikanan Karawang terus merencanakan berbagai program. Bahkan arahan pak Sekdis sebagian wilayah produksi akan kami plot jika produksi berjalan lancar,”jelasnya.

Ridwan membenarkan tahun 2020 akan melaksanakan pengadaan calon induk untuk petani pembudidaya ikan. Mereka ditugaskan menggunakan prosedur dengan pengajuan proposal. “Klami akan seleksi dan disesuaikan dengan anggaran perubahan lalu di realisasikan di perubahan,” bebernya.

BACA JUGA:  Berkat SH Modelling Action Igan Suryo Jadi Mandiri

Ridwan berharap kriteria yang akan di prioritaskan adalah petani pembudidaya ikan, yang sudah lama menggeluti bidang budidaya ikan dan mereka sudah membentuk kelompok.

“Setiap kelompok ada tempat tersentral dan kita bisa menggiring para petani budidaya ikan di satu titik saja. Selain itu, nanti ada kawasan yang menjadi pusat benih. Seperti ikan lele, nila dan gurame, sehingga menjadi kawasan budidaya ikan yang mudah untuk berkoordinasi,” ungkapnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Stay Connected

2,411FansSuka
146PengikutMengikuti
28PengikutMengikuti

Latest Articles

%d blogger menyukai ini: