27 C
Jakarta
Jumat, Januari 27, 2023

Perlu Penataan, Pantai Widuri Pemalang Terkesan Angker dan Kotor

Mediaseruni.co.id, PEMALANG JATENG – Wisata Pantai Widuri Pemalang, Jawa tengah, perlu penataan. Terutama keberadaan pedagang dan toilet di dalam area, hal itu juga mesti mendapat perhatian serius disamping sampah yang bertebaran di sejumlah titik lokasi pantai.

Wisata Pantai Widuri merupakan ikon wisata pantai Pemalang. Sayangnya, infrastruktur yang tidak tertata dan kondisi pantai yang kurang bersih membuat wisatawan merasa kurang nyaman saat bermain atau mandi di pinggir pantai.

Seperti yang diutarakan Endang (35) warga Pemalang yang sudah bertahun-tahun bekerja di Jakarta. Dirinya sengaja mampir dengan niat ingin menikmati keindahan pantai, usai bersilaturahmi ke rumah keluarganya di kampung saat menjelang tahun baru 2023.

Namun sesampainya di lokasi pantai Widuri Pemalang dirinya sempat kaget melihat banyak sampah, area parkir yang semerawut, pedagang yang tidak tertata, dan toilet di lokasi Pantai Widuri juga sangat kotor.

“Semestinya ada perhatianlah dari pemerintah setempat atau dinas terkait agar objek wisata Pantai Widuri Pemalang yang sudah cukup dikenal tetap terjaga kebersihannya,” tutur Endang, Minggu 1 Januari 2023.

Selain tak nyaman dipandang karena kurang terawat, banyaknya bangunan yang rusak dari lokasi luar sebelum masuk lokasi pantai Widuri Pemalang, mengakibatkan perjalanan menuju pantai jadi kurang nyaman.

Seperti wahana Waterpark yang terlihat sudah rusak, bangkai patahan kayu maupun ranting pohon yang berserakan dibibir pantai juga sangat membahayakan pengunjung ketika bermain di pantai.

“Sebelum masuk lokasi pantai Widuri, terlihat suasananya sudah kotor dan terkesan seram, banyak pemandangan bangunan rusak tidak terawat, wahana permainan juga terlihat sudah pada rusak, jadi kelihatan horor,” ungkap Endang.

Endang juga mengkhawatirkan sampah kayu yang bertebaran di pantai bisa berbahaya bagi anak-anak yang sedang bermain di pantai. “Sampah-sampahnya juga, khawatir saja kalau terinjak bisa bahaya. Terutama anak-anak, jika bermain lupa akan bahaya,” imbuhnya.

BACA JUGA:  Ganjar Berharap Datangkan Investor Meksiko-Afrika ke Jateng di 2023

Sementara, tokoh masyarakat setempat, Sulaiman (nama samaran), ketika diminta komentarnya mengatakan, semenjak covid-19 melanda pengunjung pantai memang sedikit. Demikian pun pengelolaannya juga berkurang.

“Soal bangunan-bangunan rusak di pinggir jalan menuju wisata sekarang banyak yang rusak karena kurang perawatan. Itu juga karena pandemi Covid-19. Namun saya berharap pasca Covid-19 ini dilakukan kembali penataan dan perbaikan terhadap bangunan-bangunan tersebut,” tuturnya.

Sulaiman berharap pemerintah daerah untuk membangkitkan kembali ikon wisata pantai Pemalang ini. “Buktikan para pejabat Pemalang saat ini bekerja dengan baik dan amanah,” terangnya.

Kendati demikian, Sulaiman pun menyadari, pekerjaan menggembalikan ikon wista pantai Pemalang ini bukan hanya menjadi tanggung jawab dinas terkait ataupun pengelolanya saja, akan tetapi butuh kerja sama semua pihak.

Terutama, sambung Sulaiman, kesadaran pengunjung wisata untuk bersama – sama menjaga serta merawat kebersihan dan keindahan destinasi wisata Pantai Widuri Pemalang. (All/Mds)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Stay Connected

2,411FansSuka
146PengikutMengikuti
28PengikutMengikuti

Latest Articles

%d blogger menyukai ini: