23.9 C
Jakarta
Sabtu, Januari 28, 2023

Penangkapan Dandhy Laksono Bertentangan dengan Kebebasan Berekspresi

JAKARTA, MEDIA SERUNI – Penangkapan aktifis dan jurnalis Dandhy Dwi Laksono yang dilakukan pihak kepolisian mendapat kritikan Aliansi Jurnalistik Independen (AJI). Selain tidak berdasar penangkapan itu dinilai bertentangan dengan kebebasan berekpresi dan berpendapat yang dijamin konstitusi Indonesia.

Sekjen AJI Indonesia, Revolusi Riza, mengatakan itu dalam keterangannya, Jumat (27/9). “Polisi menangkap Dhandy karena cuitannya soal Papua yang diduga telah menimbulkan rasa kebencian, permusuhan individu dan atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan suku, agama, ras dan antargolongan (SARA),” ujar Riza. Dandhy kini sudah dipulangkan, namun AJI tetap meminta polisi membebaskan Dandhy dari segala tuntutan hukum.

Politikus PDIP Budiman Sudjatmiko juga membenarkan kabar dipulangkannya Dandhy. Ia sempat mendatangi Polda Metro saat Dandhy ditangkap. “Dandhy sudah pulang, tadinya saya dan teman-teman dari KontraS, dan lain-lain datang. Tadi malam saya dikasih tahu lewat WA, apakah benar Dandhy ditangkap terkait debat soal Papua dengan saya. Saya jelaskan dengan polisi terkait debat, ternyata tidak ada hubungan dengan debat,” ucap Budiman.

Berdasarkan kronologis YLBHI, Dandhy pada mulanya tiba di rumah sekitar pukul 22.30 WIB, Kamis (26/9). Tak lama setelah Dandhy pulang datang polisi membawa surat penangkapan. Istri Dandhy, Irna Gustiawati membenarkan kabar penangkapan tersebut. Suaminya ditangkap sekitar pukul 23.00 WIB di kawasan Pondok Gede, Bekasi. Irna turut menyertakan foto proses penangkapan Dandhy. Juga surat perintah penangkapan Dandhy yang dikeluarkan Polda Metro Jaya.

Sebelumnya pihak pengacara mengatakan, Dandhy dilaporkan oleh polisi atas cuitannya. Saat diperiksa, Dandhy dicecar 44 pertanyaan. “Ada sekitar 44 pertanyaan yang diajukan penyidik krimsus Polda Metro Jaya dan kasusnya ada karena laporan dari polisi sendiri tipe A, pelapor dari polisi,” ujar kuasa hukum Dandhy, Alghiffary Aqsa.

BACA JUGA:  Gerakan Umat Bela Karawang Demo Dipemda Bela Uighur

Dandhy yang juga pendiri WatchdoC ini ditangkap atas cuitannya soal rusuh di Wamena yang diduga melanggar Pasal 28 ayat (2), jo Pasal 45 A ayat (2) UU No.8 tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan/atau Pasal 14 dan Pasal 15 No.1 tahun 1946 tentang hukum pidana. “Twit 22 September terkait insiden di Jayapura dan Wamena. Hanya 1 twit yang dimasalahkan Polda Metro,” kata Alghiffary. (ari/lir/dkp/dtc)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Stay Connected

2,411FansSuka
146PengikutMengikuti
28PengikutMengikuti

Latest Articles

%d blogger menyukai ini: