31.7 C
Jakarta
Jumat, Januari 27, 2023

Meski Sudah Disegel PT Atlasindo Masih Menjual Batu, Apa Kata Kasi Trantib

TEGALWARU, MEDIASERUNI.COM – Walaupun Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) dan Sat Pol PP Kabupaten Karawang sudah menyidak, namun PT Atlasindo Utama tetap membandel. Sampai kemarin (25/11/2019) masih terlihat aktivitas kendaraan pengangkut material keluar masuk perusahaan tersebut.

Pantauan Mediaseruni.com dilokasi keluar masuk material masih seperti biasa, melalui timbangan truk dan pembayaran lewat kasir. “Kami tidak tahu pak hanya menjalankan tugas dan perintah pimpinan, sementara hanya saya dan kasir yang berada di sini, di kantor tidak ada orang,” ucap Accu (30) petugas satpam perusahaan tersebut.

Aktivis lingkungan sekaligus warga Desa Cintalanggeng Ambar (45) mengatakan kendaraan-kendaraan yang masih tetap beraktivitas mengangkut material ke PT Atlasindo Utama kembali mengusik warga yang semula sudah mulai tenang. Karenanya warga mengancam akan melakukan aksi lagi kalau perusahaan itu tidak segera ditutup.

“Kalau aktivitas ini tidak segera dihentikan kami akan demo lagi. Ini sudah jelas-jelas melanggar hukum karena perusahaan masih dalam keadaan disegel. Sebenarnya siapa di balik semua ini yang menyuruh untuk mengeluarkan material,” ucap Ambar.

Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban (Trantib) Kecamatan Tegalwaru Kiki Baehaki, SH ketika dikonfirmasi via ponsel, Selasa (26/11/2019) tidak menyangkal ada aktivitas kendaraan pengangkut material meski perusahaan sudah disegel.

“Kami sudah cek ke lokasi karena ada laporan dari masyarakat bahwa atlasindo mengeluarkan atau menjual material batu split sisa hasil produksi. Tapi apapun alasannya, meski itu hasil produksi tetap tidak dibenarkan karena perusahaan itu sudah disegel,” tandasnya.

Kendati demikian Kiki mengatakan pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk menghentikan aktivitas tersebut karena tidak memiliki Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS).

“Kami disini tidak mempunyai kewenangan untuk memberhentikan kegiatan tersebut karena tidak ada PPNS. Tetapi kami sudah memerintahkan Kepala Desa Cintalanggeng untuk memanggil pihak manajemen PT. Atlasindo Utama untuk menanyakan kenapa kegiatan tersebut sampai hari ini masih berjalan,” pungkasnya. (pyan)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Stay Connected

2,411FansSuka
146PengikutMengikuti
27PengikutMengikuti

Latest Articles

%d blogger menyukai ini: