26 C
Jakarta
Sabtu, Februari 4, 2023

Menyebarkan Ilmu Agama Termasuk Jihad

Adapun dalil yang mendukung bahwa menuntut ilmu termasuk jihad adalah firman Allah Ta’ala:

وَلَوْ شِئْنَا لَبَعَثْنَا فِي كُلِّ قَرْيَةٍ نَذِيرًا (51) فَلَا تُطِعِ الْكَافِرِينَ وَجَاهِدْهُمْ بِهِ جِهَادًا كَبِيرًا (52)

“Dan andaikata Kami menghendaki benar-benarlah Kami utus pada tiap-tiap negeri seorang yang memberi peringatan (rasul). Maka janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir, dan berjihadlah terhadap mereka dengan Al Qur’an dengan jihad yang besar”

Al Qur’an Surah Al Furqon: 51- 52.

Ibnul Qayyim berkata dalam ‘Zaadul Ma’ad’
“Surat ini adalah Makkiyyah (turun sebelum Nabi ﷺ berhijrah, pen). Di dalam ayat ini berisi perintah berjihad melawan orang kafir dengan hujjah dan bayan (dengan memberi penjelasan atau ilmu, karena saat itu kaum muslimin belum punya kekuatan berjihad dengan senjata, pen). … Bahkan berjihad melawan orang munafik itu lebih berat dibanding berjihad melawan orang kafir.

“Jihad dengan ilmu inilah jihadnya orang-orang yang khusus dari umat ini yang menjadi pewaris para Rasul.”

Dalam hadits juga menyebutkan, bahwa menuntut ilmu adalah bagian dari jihad.

Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ جَاءَ مَسْجِدِى هَذَا لَمْ يَأْتِهِ إِلاَّ لِخَيْرٍ يَتَعَلَّمُهُ أَوْ يُعَلِّمُهُ فَهُوَ بِمَنْزِلَةِ الْمُجَاهِدِ فِى سَبِيلِ اللَّهِ وَمَنْ جَاءَ لِغَيْرِ ذَلِكَ فَهُوَ بِمَنْزِلَةِ الرَّجُلِ يَنْظُرُ إِلَى مَتَاعِ غَيْرِهِ

“Siapa yang mendatangi masjidku (Masjid Nabawi), lantas ia mendatanginya hanya untuk niatan baik, yaitu untuk belajar atau mengajarkan ilmu di sana, maka kedudukannya seperti mujahid di jalan Allah. Jika tujuannya tidak seperti itu, maka ia hanyalah seperti orang yang menilik-tilik barang lainnya.”

Artikulli paraprak
Artikulli tjetër

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Stay Connected

2,411FansSuka
146PengikutMengikuti
48PengikutMengikuti

Latest Articles

%d blogger menyukai ini: