25 C
Jakarta
Minggu, Februari 5, 2023
BKD Pemalang
HUT Kabupaten Pemalang

Ki Ageng Ngudung Turun Gunung

Darah-Darah Jingga (11)

BELUM bisa dikatakan pagi benar kerena matahari belum betul-betul menampakkan sinarnya. Lima orang lelaki kelihatan tergesa-gesa melangkah menyusuri bagian hutan yang ada jalan setapaknya. Berjalan paling depan lelaki setengah baya mengenakan jubah hitan dengan rambut digelung keatas, dibelakangnya tiga anak muda dan lelaki tua tampak mengekor. Dari wajah keempatnya kentara sekali menunjukkan suatu ketegangan.

“Hayoo, berjalan lebih cepet, sebentar lagi hari betul-betul terang!” Lelaki barjubah hitam yang nampaknya pimpinan rombongan setengah membentak.
“Masih jauh, Ki?” Anak muda berjalan ditengah mendongak.
“Jangan banyak tanya! Kubilang percepat langkah kelian!”
Si anak muda spontan terdiam. Dua temannya memanggul karung-karung besar tak berani buka mulut. Apalagi dilihatnya barusan itu lelaki didepan mereka sempat pelototkan mata. Maka dengan rasa takut merekapun mempercepat langkahnya.

Satu tombak didepan lelaki mengenakan jubah hitam unjukan seringai. Tak sepata katapun keluar dari bibir orang itu kecuali racauan tak jelas membuat tiga anak muda dibelakangnya semakin takut saja. Alam disekitar mereka terasa hening. Hanya suara kicau burung sesekali terdengar. Itupun dari kejauhan, serta suara ‘grasak grusuk’ tanda langkah cepat mereka menginjak daun kering dan rumput setinggi betis.

“Kraak I”
“Tolol, sudah aku bilang jangan timbulkan suara apapun. Apa kalian tuli?!”
“Maaf Ki, hanya ranting patah.”
“Setan! Mau kutobek mulutmu?!”

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Stay Connected

2,411FansSuka
146PengikutMengikuti
48PengikutMengikuti

Latest Articles

%d blogger menyukai ini: