23.9 C
Jakarta
Sabtu, Januari 28, 2023

Karawang Pemilik Gaji Tertinggi di Indonesia

KARAWANG, MEDIASERUNI.COM – Dianggap wajar jika upah minimum kabupaten (UMK) Karawang tertinggi di Indonesia mengalahkan Jakarta yang nota bene ibukota negara. Selain memiliki kawasan industri terbesar di Asia Tenggara tingkat kebutuhan hidup di Karawang juga sama tinggi dengan Jakarta.

Saat ini Upah Minimum Kabupaten Karawang mencapai Rp 4,59 juta, lebih tinggi dari Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kota Depok dan Kota Bogor. Kebutuhan hidup yang tinggi di Karawang tak pelak menjadi standar tingginya Upah Minimun Kabupaten ini. Standar itu bisa dilihat standar kebutuhan hidup masyarakatnya. Dari kebutuhan makan minum misalnya, itu saja sudah tinggi. Belum lagi biaya sewa rumah atau kos, kredit kendaraan untuk bekerja hingga kebutuhan komunikasi.

Biaya sewa kos, taruhlah untuk indikator ini saja dengan pertimbangan sebagian besar pekerja di Karawang saat ini merupakan kalangan millenial berstatus lajang sudah mencapai Rp 800.000 – Rp 1.000.000 per bulan. Belum lagi kebutuhan primernya seperti makan dan minum tiga kali sehari, jika dirata-ratakan satu hari Rp 100.000 saja x 30 hari sudah mencapai Rp 3.000.000.

Itu belum termasuk kebutuhan hiburan dan berkomunikasi selain kredit kendaraan atau sewa kendaraan sebagai alat transportasi kerja, untuk motor misalnya Rp 600.000 – Rp 700.000 sebulan kalau mobil bisa mencapai kisaran Rp 1,5 juta – Rp 2 juta per bulan. Hal ini termasuk dalam indikator kebutuhan mengingat kecenderungan perusahaan-perusahaan di Karawang lebih suka menggunakan tenaga kontrak ketimbang karyawan tetap. Tidak heran karena kecenderungan itu juga kalangan pekerja pun lebih membutuhkan rumah sewa dan kendaraan sewa ketimbang untuk memilikinya.

Tingginya kebutuhan hidup di Karawang inipun diungkapkan Wakil Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kabupaten Karawang H. Suparno Prapto Sudarmo. Bahkan ia menuturkan kalau dirata-ratakan kebutuhan hidup lajang di Karawang mencapai kisaran Rp 7,5 juta sebulan. Tidak heran jika besaran Upah Minimum Kabupaten Karawang saat ini, bahkan tertinggi di seluruh Indonesia masih dinilai belum cukup untuk memenuhi tuntutan kebutuhan layak hidup di Karawang jika cuma Rp 4,59 juta sebulan.

BACA JUGA:  Perusahaan Multi Nasional Amerika Amazon Akan Bangun Pusat Data di Karawang

Jadi amat logis jika sampai saat ini kalangan pekerja masih terus berjuang untuk mencapai tingkat aman hidup di Karawang. Sebetulnya bagi perusahaan-perusahaan otomotif tuntutan kebutuhan layak hidup di Karawang tidak masalah. Justru mereka menunggu upah sektoral itu bisa kapan turunnya.

Memang, bila dibandingkan rata-rata besaran upah pekerja di Asia maka UMK di Karawang paling kecil. Vietnam saja sudah diatas Rp 10 juta per bulan. Itu belum lagi dengan Arab Saudi, untuk upah PRT nya saja upah buruh Karawang masih jauh dibawahnya. “Kalau menurut kami sebetulnya yang bikin susah perusahaan di Karawang adalah birokrasi yang ‘njelimet’ kalau birokrasi dipermudah semua akan baik-baik saja,” tandas Suparno.

Menurut Suparno selama perusahaan bisa bersinergi dengan serikat pekerja semua permasalahan bisa diselesaikan. Setiap sebulan sekali serikat pekerja melakukan kunjungan kerja mendatangi unit-unit kerja di pabrik-pabrik untuk mengadopsi berbagai permasalahan. Serikat pekerja selalu memberi motivasi agar pekerja bekerja dengan giat, kalau kerjanya giat dan tidak malas-malasan maka perusahaan akan untung. Kalau perusahaan untung besar masakan perusahaan tidak menaikkan upah karyawannya.

Ditambahkan Suparno, soal alasan ada perusahaan tidak mampu dengan tingginya UMK sekarang, tidak seperti itu juga. Karena untuk mengatakan mampu dan tidaknya dilihat dari akuntan publiknya. “Kalau tidak mampu kan ada laporannya menyatakan ketidakmampuannya, tetapi kan tidak seperti itu. Mengaku tidak mampu tapi malah buka cabang dimana-mana,” tandas Suparno. (*)

Artikel ini didukung Apartemen Grand Sentraland Karawang

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Stay Connected

2,411FansSuka
146PengikutMengikuti
28PengikutMengikuti

Latest Articles

%d blogger menyukai ini: