25 C
Jakarta
Minggu, Februari 5, 2023
BKD Pemalang
HUT Kabupaten Pemalang

Bintang Yang Ke Tujuh (2)

“Merpati putih pertanda arah bintang yang ketujuh. Dimanakah arah mata angin yang kelima. Dari utara badai Itu datang. Sumpah darah di tanah Jawa. Tanah merah letaknya di sumatera. Sudah berabad-abad manusia mencoba belajar dari alam. Langit jadi saksi keserakahan dan kekejaman manusia-manusia berhati serigala…”

Terhenti… Malam belum jauh beranjak. Udara dingin yang mencucuk, menebar bersama desiran angin, ketika syair itu terdengar berhenti barusan. Tetapi hanya sesaat, karena sekejap kemudian sudah kembali terdengar.

“Dua ribu tahun cukup. Bangsa yang sadar akan arti memiliki dan menyadari, itulah bangsa yang satu. Mutiara dunia tempat berkumpulnya kekayaan bumi. Kekayaan negeri… Itulah anak bangsa….

Anak muda terlahir tak diketahui asal. Besar demi kemiskinan dan penderitaan, berkorban demi tanah tercinta. Wisik gaib yang datang berupa sosok bocah hilang ingatan. Badai mengamuk reda seiring kehadirannya…”

Kembali terhenti. Sekejap barusan terdengar angin seperti berputar dan mengalunkan irama syair selaras hembusan angin yang masih terasa dingin ke tulang….

“Bersana datangnya badai bumi terjaga. Merpati putih tanda petunjuk arah. Mega mega dilangit tanda terbangnya merpati. Sejumput pesan, sudah tersampaikan. Semua yang tersirat dan tersurat sudah diberikan…”

Terhenti disitu. Seperti menggantung, dan masih menunggu ketika mendadak terdengar kalimat… “Antara yang yakin dan tidak yakin…” Seperti mengalun dan menjauh, semakin jauh hingga akhirnya hilang.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Stay Connected

2,411FansSuka
146PengikutMengikuti
48PengikutMengikuti

Latest Articles

%d blogger menyukai ini: