31.7 C
Jakarta
Jumat, Januari 27, 2023

Kamar Mayat RSUD Karawang Dipadati Keluarga Korban Goa Lele

https://www.youtube.com/watch?v=5i6fIi0vDuk

KARAWANG, MEDIASERUNI.COM – Kabar duka menimpa keluarga besar Mahasiswa Pencinta Alam Unsika (Mapalaska). Tiga anggotanya mengalami nasib nahas meninggal di Goa Lele, di Kampung Cibeureum Desa Tamansari Kecamatan Pangkalan. Pasca penemuan jasad ketiga korban langsung di evakuasi ke RSUD Karawang. Sementara hingga berita diterbitkan pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi perihal penyebab kematian para korban. Ketiga korban masing-masing Ainan Fatimahtuzahro, Erisa Rifiania dan Alief Rindu Alafah. Ketiganya mahasiswa semester I hingga V dan berstatus anggota baru di Mapalaska. Keberadaan mereka sendiri di Goa Lele dalam rangka susur goa untuk melestarikan kekayaan alam dan mempertahankan air tanah di bawah Goa Lele.

Ditelusuri mediaseruni.com, Senin (23/12/2019) di RSUD Karawang, suasana duka terlihat jelas di sekitar kamar mayat RSUD. Pihak keluarga yang mendapat kabar perihal kematian para korban langsung mendatangi RUSD Karawang. Pihak keluarga pertama kali sampai orang tua Ainan Fatimahtuzahro dari Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, sekitar pukul 09.00 Wib. Tak lama menyusul orang tua Erisa Rifiania dari Kecamatan Gunung Putri Bogor sekitar pukul 10.30 wib dan terakhir orang tua Alief Rindu Alafah dari Kecamatan Parungpanjang Bogor sekitar pukul 12.00 wib. Setelah diperiksa Inapis Polres Karawang pihak keluarga langsung memandikan jenazah. Sekitar pukul 14.00 Wib didampingi masing-masing dua teman korban diantar ke rumah duka menggunakan ambulance RSUD.

Humas Promkes RSUD H. Muhimin ditanya seputar terkait hasil forensik para korban cuma mengatakan belum bisa menjawab karena belum ada akses ke forensik.  “RSUD belum bisa menjawab hasil forensik karena pihak RSUD belum bisa mengakses ruang forensik lantaran masih ranah kepolisian,” ucap Ruhimin. Terkait keberadaan Mapalaska di Goa Lele Biro Kemahasiswaan Unsika Dida Erwanda mengatakan keberadaan mereka sudah memenuhi ijin dan prosedur Kampus. Mengenai sanksi untuk UKM Mapala Unsika akan dibahas lebih lanjut oleh bagian Kode etik. Pihak kampus juga telah menyiapkan santunan. Untuk mahasiswa yang aktif UKM Mapala juga dihimbau agar tetap melaksanakan perkuliahan seperti biasa. “Pihak kampus akan mengevalusi hal yang perlu diperbaiki terkait prosedur unit kegiatan mahasiswa,” tandas Dida.

BACA JUGA:  Pasien Covid-19 Bertambah 4, Komunitas Senam di Cikampek jadi Kluster Baru

Masih diakui Dida, kegiatan susur goa yang dilakukan Mapalaska di Goa Lele terkait memerlukan izin dan melestarikan kekayaan alam karawang. Rombongan berangkat dari kampus menuju lokasi Sabtu, 21 Desember 2019 sekitar pukul 18:00 wib. Tiba dilokasi sekitar pukul 23.00 wib dan mulai turun ke gua sekitar pukul 15.00 Wib. Minggu 22 Desember 2019 mulai turun hujan hari. “Kejadian sekitar pukul 19:00 Wib dan korban korban 3 orang dari 7 orang yang melakukan susur goa. Keseluruhannya berhasil dievakuasi sekitar pukul 06.00 wib dan Senin 23 Desember 2019 tiba di ruang forensik RSUD sekitar pukul 08.00 wib. (Irvan)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Stay Connected

2,411FansSuka
146PengikutMengikuti
27PengikutMengikuti

Latest Articles

%d blogger menyukai ini: