25 C
Jakarta
Jumat, Januari 27, 2023

Hendro: Data Penerima Kompensasi Pertamina Belum Valid, PHE Minta Segera Dirampungkan

KARAWANG, MEDIASERUNI.CO.ID – Verifikasi warga penerima dana kompensasi tumpahan minyak di pantai utara Karawang, gelombang II dari Kelompok A dan B, yang terkendala pencairannya sudah dilakukan, namun sampai hari ini belum ada kata final.

Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Karawang, bahkan dengan tegas mengatakan verifikasi data penerima kompensasi gelombang II belum valid. “Masih terkendala, verifikasi data belum valid, makanya untuk gelombang III kita akan lebih perketat,” tandas Kadis Kelautan dan Perikanan Hendro Subroto, baru-baru ini, kepada Media Seruni, ditemui langsung di kantornya.

Dukatakan Hendro, banyak pihak yang tidak mengikuti prosedur hingga membuat anggaran kompensasi tersendat. “Sudah ada verifikasi dari kita dan pihak perbankan tidak bisa dicairkan, mengingat banyak form untuk pengajuan pencairan diduplikasi,” tegas Hendro.

Kendala yang sangat fatal, tutur Hendro, adanya data anak usia sekolah dibuatkan surat keterangan dengan mempunyai nomor induk kependudukan.

“Kami menemukan ada data anak usia sekolah yang belum punya NIK itu didaftarkan, dan dibuat surat keterangan dari desa. Juga sempat terjadi kecemburuan sosial dengan dasar suami istri yang bekerja kenapa harus mendapatkan kompensasi,” sesalnya.

Hendro kaget, dengan data potensi tahun 2010 yang dimilikinya dengan data kompensasi saat ini berbeda dan membludak hingga harus diverifikasi keabsahan dan diperjelas oleh Kepala Desa.

“Data sudah masuk diverifikasi, pada 2010 saya punya tambak 18.000 hektare, dengan dasar 15.000 hektare untuk tambak ikan dan 3000 untuk tambak garam. Tapi saat di data kenapa muncul angka 80.000 hektare. Maka itu kami melakukan verifikasi atas kepemilikan lahan tambak tersebut. Dengan tindakan yang telah kami sepakati dengan desa, dengan ditanda tangani  pemilik lahan dan kepala desa,” pungkas Hendro.

BACA JUGA:  BPC Gapensi Karawang Santuni Anak Yatim-Piatu

Masih dikatakan Hendro, dari 21 kepala desa yang diundang 13 diantaranya desa-desa yang memiliki lahan tambak. Namun hingga kemarin belum ada verifikasi lebih lanjut terhadap 13 desa tersebut.

“Ndak, gàk datang mereka. Saya cuma minta bukan sekedar pengakuan tapi bukti kalau mereka punya lahan tambak sampai 80.000 hektare,” tandas Hendro.

Sebelumnya Media Seruni juga sudah menghubungi pihak bank, salah satunya Bank BNI Karawang. Bank anggota Himbara (Bank BNI, Mandiri dan Bank BRI) tidak menyangkal belum dapat melakukan pencairan dana kompensasi tumpahan minyak.

“Belum pak, sampai sekarang belum ada pencairan dana kompensasi tumpahan minyak. Data penerimanya belum valid, masih terdapat data doble,” ucap Marketing Supervisor Bank BNI Karawang Reza Irawan via ponsel.

Sementara pihak Pertamina Hulu Energi (PHE) ONWJ terus mendesak agar verifikasi data penerima kompensasi tumpahan minyak di pantai utara Karawang dipercepat. Terlebih saat ini perusahaan itupun sudah membahas perihal pemulihan lingkungan terdampak tumpahan minyak.

Wartawan: Yayang Indra Nilan
Editor: Azhari

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Stay Connected

2,411FansSuka
146PengikutMengikuti
28PengikutMengikuti

Latest Articles

%d blogger menyukai ini: