JAKARTA – Sebuah pengakuan mengejutkan datang dari Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar, yang mengungkapkan bahwa ia baru mengetahui pengunduran diri Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman, melalui platform video YouTube. Kejadian tak lazim ini sontak menjadi perbincangan hangat di kalangan pelaku pasar modal.
Mahendra menyatakan bahwa informasi krusial tersebut baru sampai kepadanya pada pagi hari Jumat (30/1/2026), melalui tayangan di kanal YouTube. "Baru tadi pagi saya mengetahuinya dari YouTube," ujar Mahendra saat ditemui usai konferensi pers di Gedung BEI. Ia menduga, jika ada komunikasi langsung terkait hal ini, kemungkinan besar disampaikan kepada Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi.
Meskipun cara penyampaian informasi terbilang tidak konvensional untuk sebuah posisi strategis, OJK menegaskan penghargaan atas keputusan yang diambil Iman Rachman. Pengunduran diri ini terjadi pasca periode volatilitas signifikan di pasar saham domestik, di mana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat anjlok hingga 8 persen dalam dua hari berturut-turut, yakni 28 dan 29 Januari 2026. Penurunan drastis ini bahkan memicu penghentian perdagangan sementara (trading halt) dan disebut-sebut sebagai imbas dari kebijakan yang dikeluarkan oleh MSCI.

Related Post
Dalam kesempatan terpisah, Inarno Djajadi, yang juga hadir dalam konferensi pers tersebut, turut memberikan pandangannya. Ia menilai keputusan Iman Rachman merupakan manifestasi dari tanggung jawab moral yang tinggi atas gejolak yang melanda pasar saham dalam beberapa hari terakhir. "Kami memandang dan menghargai keputusan Pak Iman Rachman, hal tersebut sebagai bentuk tanggung jawab moral beliau atas kondisi pasar saat ini," tegas Inarno.
Otoritas menjamin bahwa pengunduran diri ini tidak akan mengganggu kelancaran operasional perdagangan di bursa efek. Untuk menjaga kesinambungan kepemimpinan, OJK saat ini tengah mempersiapkan penunjukan pelaksana tugas (Plt.) sementara guna mengisi kekosongan posisi Direktur Utama BEI, sembari menunggu proses seleksi definitif. Dinamika ini tentu akan menjadi sorotan utama bagi investor dan seluruh pemangku kepentingan di pasar modal Indonesia.









Tinggalkan komentar