Terkuak! Janji Thomas Djiwandono Jaga Independensi BI
JAKARTA – Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) terpilih, Thomas Djiwandono, secara tegas menyatakan komitmennya untuk menjaga independensi bank sentral serta memperkuat sinergi antara otoritas moneter dan fiskal. Pernyataan ini menjadi sorotan penting di tengah dinamika ekonomi global yang menuntut stabilitas dan respons kebijakan yang adaptif dari Indonesia.
Dalam sebuah kesempatan, Thomas Djiwandono mengulang kembali penegasannya yang sebelumnya juga disampaikan saat menjalani proses uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di parlemen. "Di sini saya ingin sampaikan sekali lagi komitmen saya untuk menjaga independensi bank sentral dan, seperti yang saya katakan kemarin, menyelaraskan kebijakan fiskal dan moneter," ujar Thomas, menekankan pentingnya harmonisasi kebijakan untuk menciptakan fondasi ekonomi yang kokoh.

Related Post
Menurutnya, keberlanjutan independensi BI adalah pilar utama dalam menjaga kredibilitas kebijakan moneter, khususnya dalam mengendalikan inflasi dan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Sementara itu, kolaborasi erat dengan kebijakan fiskal pemerintah dinilai esensial untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif. Sinergi ini diharapkan mampu meredam gejolak eksternal dan internal yang berpotensi mengganggu stabilitas makroekonomi nasional.
Thomas juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada insan pers yang telah mengawal isu pencalonannya dengan transparan dan objektif. Ia menilai, pemberitaan yang akurat dan terukur sangat krusial dalam memberikan pemahaman yang komprehensif kepada masyarakat luas mengenai proses pengisian jabatan strategis negara. "Saya berterima kasih atas pemberitaan yang objektif dan terukur, karena itu penting agar masyarakat mengetahui cerita sebenarnya selama ini," tambahnya, menggarisbawahi peran media sebagai pilar informasi yang kredibel.
Mengenai statusnya saat ini sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) dan detail terkait masa jabatannya di BI, termasuk target operasional ke depan, Thomas memilih untuk tidak berkomentar lebih jauh. Ia menegaskan akan menunggu terbitnya Surat Keputusan (SK) resmi sebagai landasan hukum sebelum dapat memberikan keterangan yang lebih spesifik mengenai transisi dan langkah-langkah strategisnya di Bank Indonesia. Komitmen ini menandai babak baru dalam upaya menjaga stabilitas ekonomi Indonesia di bawah kepemimpinan yang baru.









Tinggalkan komentar