31.1 C
Jakarta
Sabtu, Februari 4, 2023
BKD Pemalang
HUT Kabupaten Pemalang

Darah Darah Jingga (36)

SYECH Maghribi Maulana Malik Ibrahim melangkah tenang. Hembusan angin menyapu lembut dan membuatnya tersentak. Ada kerut kecil seketika itu menggurat di kening. “Masyaallah. Sahabat Penyairkah itu?”

Kalimat itu terucap spontan berbarengan udara berubah dingin. Kemudian seperti bertemu ditengah mengubah udara jadi sejuk sebelum bergulung dan berubah jadi hangat. Manusia dikenal dengan sebutan Kanjeng Gresik tak dapat menyembunyikan keheranannya sekaligus kaget, tadkala menangkap kelebat hitam putih seolah melayang di depan mata. Tak sampai Kanjeng Gresik melanjutkan ucapan ketika mendadak sayub sayub terbawa angin terdengar syair. Teramat halus namun terang sekali di telinga.

Surat buat tuan….

Kepada yang terhormat

Tuan

Hormat hamba,

Bumi sudah tak sama

Langit hamba merah

Tanah yang terpijak panas

Bagai bara api

Inikah bumi hamba….

Wajah bumi hamba dulu menawan

Tuan

Bumi hamba kian terpuruk

Hanya do’a sanggup hamba panjatkan

Semoga Yang Maha Kuasa membuka pintu hati

Tuan yang terhormat….

Tergugu Kanjeng Mahgribi. “Suaranya aku kenal. Syairnya pernah kudengar. Tak kelirulah aku. Astagafirullah.., agaknya benar wisik kudengar… Duh,  bakal kejadian apa menimpa tanah Jawa….”

Kehangatan sesaat itu kembali dingin. “Duhai sahabat Syech bergelar Penyair Gila Patah Hati. Pendengaranku pasti, cuma hati ini bertanya. Kenestapaan apa agaknya memaksa dirimu kembali ke percaturan manusia. Tak dapat aku menebak apa tengah terJadi. Tak bisa aku mengira gejolak batin dalam syairmu.”

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Stay Connected

2,411FansSuka
146PengikutMengikuti
47PengikutMengikuti

Latest Articles

%d blogger menyukai ini: