25 C
Jakarta
Minggu, Februari 5, 2023
BKD Pemalang
HUT Kabupaten Pemalang

Darah Darah Jingga (18)

KADIPATEN Jipangpanolan sebetulnya belum dapatlah dikatakan sebuah kadipaten. Tetapi lebih tepat kampung besar setengah kota atau kota kecil setengah bandar. Namun, meski cuma kota kecil dewasa itu Jipangpanolan sudah ramai dikunjungi pendatang. Baik yang datang untuk berniaga maupun sekedar lewat mencari penginapan.

Perkembangan Jipangpanolon yang demikian pesat tak urung membuat Prabu Brawijaya Kertabumi, maha raja Majapahit yang berkuasa sekarang merasa was-was. Beruntung Ki Ageng Benggolo menyadari itu dan buru-buru menghadap kepada Kertabumi, dan menyampaikan dalam agamanya sangat dilarang untuk jadi pemberontak. Sehingga sang prabu pun luluh hatinya dan hilanglah rasa was-wasnya.

Ki Ageng Bonggolo juga seorang Senapati Majapahit semasa pemerintahan Prabu Brawijaya Kertawijaya. Dahulupun Prabu Kertawijaya yang menitahkan Hutan Angker Ngudung dibawah pangawasan Ki Ageng Bonggolo. Keberhanilan Ki Ageng Bonggolo membuka hutan Ngudung setelah mengusir para jin dan demit serta para membuat Kertawijaya senang. Sang Prabu sendiri menganggap Ki Ageng Ngudung sebagai anugerah yang datang ke majapahit.

Itulah sebabnya Kertawijaya menganugerahkan gelar “Manggala” kepada Ki Ageng Ngudung, lalu tambahan sebutan “Raden” karena gelar kebangsawanannya sebelum kemudian diangkat menjadi senopati Majapahit. Prabu Brawijaya Kertabhumi Raja yang memerintah sekarang dapat memahami. Dan Sang Prabupun mulai mengerti bahwa Jipangpanolan hanyalah kadipaten kecil biasa yang tengah mengalami perkembangan sebagai kota bandar dan sekedar tempat mendidik orang-orang kampung tentang ilmu keagamaan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Stay Connected

2,411FansSuka
146PengikutMengikuti
48PengikutMengikuti

Latest Articles

%d blogger menyukai ini: