26 C
Jakarta
Sabtu, Februari 4, 2023

Darah Darah Jingga (15)

“Kalau ternyata tidak, maka aku dan putraku berarti bebas!”
Pendeta bernama Ki Sarwo tak menyahut. “Tunggu Ki Sanak!” Lelaki berjubah abu-abu setangah berteriak melihat pendeta itu bersiap melangkah.
Ki Sarwo menggereng dan memandang tajam sosok didepannya, Tenang lelaki berjubah abu-abu menyahut. “Semua warga kampung harus menyaksikan sebagai saksi. Sehingga pada saat leherku dipenggal aku merasa puas.”
KI Sarwo menyeringai. “Boleh. Boleh. Seluruh warga kampung menjadi saksi!”

Maka dalam kejap itu nampaklah iring-iringan panjang warga kampung berjalan menuju hutan dimana tadi Ki Sarwo melakukan upacara persembahannya. Beberapa saat rombongan tersebut berjalan menyusuri bagian hutan sampailah mereka ditempat tujuan. Dihadapan mereka nampak sebuah pohon besar dan agaknya sudah tua sekali usianya. Dibawah pohon masih ada penggalan kepala kerbau serta potongan ayam panggang dan buah-buahan terlihat berceceran. Takut takut warga kampung mendekat kearah pohon. Bahkan beberapa tampak tak berani mendongak memandang langsung ke pohon.

Pendeta bernama Ki Sarwo tegak angkuh menatap tajam padą lelaki berjubah abu-abu yang kelihatan menyungging senyum. “Ki Sanak, silahkan engkau buktikan bahwa engkau benar!”
Masih tersenyum lelaki mengenakan jubah abu-abu maju selangkah. Sebelum bicara sejenak ia edarkan pandang. “Wahai warga kampung sekalian, kalian menjadi saksi bahwa ucapanku benar adanya.”
“Sudah, jangan banyak bicara! Cepat tanyakan pada junjungan yang beristana di pohon.”
Ki Sarwo menyeringai. Lelaki setengah baya berseragam abu-abu tertawa ringkas. “Hai, junjungan yang ada dipohon, aku bertanya apakah saat ini engkau mendengar?!”
Sudah tentu tak ada jawaban. Ki Sarwo kembali menyeringai. Tetapi lelaki mengenakan jubah abu-abu berucap sekali lagi. “Hai, junjungan yang ada di pohon bisakah engkau mendengar suaraku?!”

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Stay Connected

2,411FansSuka
146PengikutMengikuti
48PengikutMengikuti

Latest Articles

%d blogger menyukai ini: