25 C
Jakarta
Minggu, Februari 5, 2023
BKD Pemalang
HUT Kabupaten Pemalang

Darah Darah Jingga (13)

Bocah berseragam hitam kembali senyun-senyum. “Ah, sudah tanggung, sikat saja. Urusan belakangan. Berpikir itu si bocah secepat kilat mengendap di balik pohon besar itu. Lalu….
“Sruup!”
Tangan kecil itupun terjulur dan sudah pasti sasaran pertamanya adalah panggang ayam hitam. Nikmat si bocah lantas menggerumuti. Namun tangan satunya rupanya tak mau diam. Segera mencomot pisang ambon berhias rumbai-rumbai. Gerakan si bocah ternyata menimbul suara berkresekan keras. Lima orang yang sedang merangkak serentak hentikan gerakan. “Ssssst.. Rupanya dewa pohon tengah menikmati sesajian kita Ki?”

Berucap pemuda paling belakang. Tiga orang lainnya kentara ingin tolehkan kepala tapi ragu. “Sudah, teruskan merangkak!”
Tak berani membantah empat orang itu melanjutkan lagi merangkak. Namun seorang anak muda rupanya membandel. Mencuri-curi dia coba mengerling kearah pohon besar. Berbarengan itu si bocah dibalik pohon julurkan lagi tangan mencomot buah pepaya. Keruan anak muda yang mengerling kaget setengah mati. Saking kagetnya tak sadar mulutnya lantas berucap. “Ada tangan kecil Ki? Apa Dewa Pohon anak kecil.”

Hendengar itu bukan alang kepalang murkanya orang yang dipanggil Ki. Tapi sekonyong konyong dari arah pohon besar terdengar suara tersedak.Serentak mereka pun berpaling. Betapa kagetnya sewaktu melihat sesajiannya ternyata tinggal kepala kerbau tertancap batang bambu.

“Jahanam! Siapa berani bebuat kurang ajar!”
“Oh, bukan Dewa Pohon ki? Itu tadi tangan kecil terjulur dari balik rumah Dewa Pohon.”

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Stay Connected

2,411FansSuka
146PengikutMengikuti
48PengikutMengikuti

Latest Articles

%d blogger menyukai ini: