25 C
Jakarta
Minggu, Februari 5, 2023
BKD Pemalang
HUT Kabupaten Pemalang

BINTANG YANG KE TUJUH (6)

SENO Keling melompat mundur. Saat itu dibelakang Sarok Seta sudah ada dua orang. Mereka Warong Kuluki dan Picak Satu. Keduanya tertawa sinis memandang rendah manusia berjuluk Rampok Tunggal di depannya. “Seno… Seno, hari ini tamat riwayatmu. Mau minta bantuan ke siapa. Hari-hari kemarin kau selamat karena ditolong temanmu, anak keparat itu…” Selesai kalimat terucap, Warong Kuluki yang bersenjata golok langsung melompat. “Buutt!”

Seno Keling rampok paling ditakuti di sekitar hutan rawa tengahan jawa. Dialah manusia berjuluk Rampok Tunggal karena melakukan aksi merampoknya seorang diri. Menghadapi seorang Sarok Seta masih bisa dia atasi, tetapi saat itu bukan cuma dua orang yang bersama Sarok Seta tetapi masih ada dua orang lagi dibawah wuwungan rumah yang siap mengeroyoknya.

Seno Keling juga mengenal dua orang itu, mereka Dadang Gampet dan Sika Bogel. Keduanya juga tidak rendah ilmunya. Berpikir demikian dalam hati ciut juga nyalinya. Tapi sudah kepalang tanggung. Kalau pun hari ini tamat riwayatnya, bagi Seno Keling itu sudah resiko sebagai perampok. Kalau tidak mati ditangan prajurit kerajaan ya mati ditangan centeng. Menyadari resiko tersebut Seno Keling tertawa membahana. Sekejap tubuhnya meletik keudara. “Hidup dan matiku bukan bangsat sepertimu yang menentukan. Cuuih!”

Seno Keling meludah, tapi yang keluar biji sawo dan … “Aduh…” Berbarengan teriak Picak Satu yang jidatnya kena dihantam biji sawo yang diludahkan Seno Keling, dalam posisi tubuh mengambang diudara setelah tadi menghindari sambaran golok kembar Warong Kuluki, secara tiba-tiba Seno Keling meluncur kebawah dan langsung lintangkan golok bengkok didepan dada.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Stay Connected

2,411FansSuka
146PengikutMengikuti
48PengikutMengikuti

Latest Articles

%d blogger menyukai ini: