31.7 C
Jakarta
Jumat, Januari 27, 2023

Bersama Ustad Yusuf di Rumah Tahfiz Ma’had Zaen Al Fatih

BANDUNG, MEDIASERUNI.COM – Ada sebuah kata bijak bilang ‘Tidak akan pernah bisa kalau belum ada rasa memiliki dan menyadari’. Karenanya untuk supaya bisa hal penting pertama yang harus disadari adalah hati harus yakin terlebih dahulu.

Demikianpun Rumah Tahfiz Ma’had Zaen Al Fatih, meski tidak mengharuskan syarat untuk bisa menjadi santrinya paling tidak ada hal yang mesti dimiliki calon-calon santrinya yakni ‘yakin’ kalau dirinya siap untuk nyantri. “Syarat-syarat secara umum sih sebetulnya tidak ada, cuma kita ingin memastikan saja kalau calon santri nantinya betah belajar di rumah tahfiz, makanya harus ada keyakinan untuk menjadi santri,” ucap Ustad dr. Ahmad Muhammad Yusuf, pengelola sekaligus pengajar di Rumah Tahfiz Ma’had Zaen Al Fatih, Rabu (18/12/2019).

Ustad Yusuf sapaan akrab ustad asal Cisaat, Sukabumi yang baru setahun menetap di Bandung ini, ternyata memiliki metode unik membentuk santri-santrinya untuk bisa menghafal Alquran. Ia menyebut Metode yang dibuatnya sendiri itu ‘Yusmi’, yakni sistem pembelajaran dengan mengharuskan santri untuk menghafal dan membaca kitab suci Alquran secara berulang-ulang dengan cara open close dan serta menuliskan ayat-ayat yang sudah dihafal dengan tulisan arab. “Ada buku panduan yang akan memandu santri. Satu kali untuk menyerap hapalan-hapalan baru dan satu kali mengulang ayat-ayat yang sudah dihafal,” ucap Ustad Yusuf, seraya menambahkan meski mayoritas anak-anak usia SD dan SMP namun ada juga yang usia setingkat SMA.

Sedang materi yang diterapkan lebih banyak dari buku panduan yang terbagi dalam tujuh materi. yakni membaca ayat-ayat dihadapan guru (talaqi), membaca ayat yang akan dihafal, menghafal metode buku tuntunan dengan metode open close yakni 15 kali membaca dalam keadaan alquran terbuka dan 15 kali ketika alquran tertutup.

BACA JUGA:  Rasulullah Menganjurkan Untuk Bersyukur

Selanjutnya ayat-ayat yang sudah dihafal dibaca kembali secara berulang-ulang, menulis ayat yang sudah dihafal dengan tulisan arab serta diakhiri dengan mengulang hafalan baru dan lama. Menyinggung keberadaan rumah tahfiz yang juga berfungsi sebagai pondok pesantren ini, Ustad Yusuf tidak menyangkal memang diluar kebiasaan. Biasanya pondok pesantren itu adanya di gunung-gunung atau diujung desa dan tempat-tempat yang jauh dari keramaian, tetapi ponpes yang dibangunnya ini justru ada di tengah perumahaan.

“Hal terpenting adalah nilai pahalanya. Tujuan didirikannya tumah tahfiz ini hanya ingin mendapatkan keridhoan Allah”. Untuk itu pula Ustad Yusuf tidak mamatok besarnya biaya satrinya tapi disesuaikan dengan kemampuan masing-masing santri. “Pembiayaan rumah tahfiz ini bukan murni dari orang tua santri tetapi juga dermawan-dermawan yang menjadi donatur rumah tahfiz,” terang Ustad Yusuf. (tim seruni)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Stay Connected

2,411FansSuka
146PengikutMengikuti
27PengikutMengikuti

Latest Articles

%d blogger menyukai ini: