31.7 C
Jakarta
Jumat, Januari 27, 2023

ASN Terombang-ambing Mau Pilih Siapa

SUHU politik Pilkada Karawang memang belum terasa benar. Tetapi sejumlah tokoh yang sudah mengaktualkan diri sebagai calon bupati diam-diam telah bergerak.

Sejumlah kegiatan berbalut kampanye pun bisa dilihat. Mulai dari blusukan, simbolisasi, tebar pesona bahkan ada yang sudah melakukan anjangsana minta dukungan tokoh-tokoh. Hampir semua merasa dekat dengan masyarakat. Lucunya, masyarakatpun seperti terhipnotis dan mau saja menelan janji-janji yang diucapkan.

Ada hal menarik dari semua itu, yakni eksistensi Aparatur Negeri Sipil (ASN) dilingkungan pemerintahan saat ini. Mereka, terbagi dalam tiga kelompok besar, yakni yang masih loyal terhadap pimpinan, golongan yang kecewa dan yang memang melaksanakan tugas dan tidak peduli siapapun pemimpinnya. Untuk kelompok yang masih loyal dan konsisten mendukung karena mereka diberi kesempatan duduk pada posisi jabatan yang diinginkan, sehingga sikap loyalitas dan ‘nggih’ nya kentara sekali terlihat.

Bahkan tanpa rasa sungkan mereka pun akhirnya menginfluencer (menularkan) agar selanjutnya tetap memilih junjungannya kepada sanak, keluarga serta kerabat agar jabatan yang diemban dalam posisi aman.
Sampai-sampai apapun skenarionya mereka rekam dan cetak serta dokumentasikan agar bisa dilihat oleh junjungannya.

Sementara, golongan yang kecewa ternyata juga tidak sedikit. Banyak faktor yang membuat mereka kecewa, baik jabatan yang tertahan, ulah pro rivalitas saat pemilihan kemarin yang diketahui oleh pimpinan yang terpilih, juga karena like, dislike suka dan tidak suka. Seperti karena attitude, perilaku selengean dan kurang greget.

Mereka cenderung lebih menebarkan kekesalan kepada siapapun, bahkan sampai mencibir, karena ketidakkonsisten serta ketidakfahaman pimpinan yang kini menjabat. Namun golongan ini cenderung diam dan tidak pernah reaktif serta cenderung masa bodoan dengan program-program yang digulirkan pimpinannya yang bukan pilihan mereka. Terakhir golongan pekerja. Nah golongan terakhir ini tidaklah pantas dibilang netral karena mereka sendiri tidak peduli apa yang sedang terjadi. Golongan terakhir ini cenderung apatis.

BACA JUGA:  Ada Gula Ada Semut, Ada Warung Ada Truk

Mereka tidak begitu peduli terhadap perhelatan akbar pemilihan calon bupati dan wakil bupati. Golongan ini golongan yang sangat nyaman. Mereka lebih mengutamakan kualitas kerja dan tidak tertarik juga terombang-ambing suhu politik ketika pemilihan pimpinannya kelak akan duduk memerintahkan mereka.

Hal lain juga perlu dicatat, ternyata  kontestasi politik membawa dampak pula pada orang dekat, kerabat sanak keluarga mereka, karena mereka pun menjadi kepanjangan tangan mereka pula agar mau memilih pimpinan yang diusungnya.

Kadang tidak jarang setiap momentum rapat, pertemuan, anjang sana, visitasi ,dan apapun sarana mereka dekat dengan jajaran serta lingkungan, tidak jarang selipan ataupun sentilan ucapan diutarakan agar mau memilih junjungannya

Yofa Faizal Nillan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Stay Connected

2,411FansSuka
146PengikutMengikuti
27PengikutMengikuti

Latest Articles

%d blogger menyukai ini: