25 C
Jakarta
Minggu, Februari 5, 2023
BKD Pemalang
HUT Kabupaten Pemalang

Apersi Kejar Janji Presiden 21 Ribu Rumah Subsidi di Karawang Tidak Bisa Akad Kredit

KARAWANG, MEDIASERUNI.COM – Sampai bulan Desember mendatang tidak ada aktifitas akad kredit rumah bersubsidi di Bank BTN, menyusul kuota pengadaan rumah bersubsidi sudah habis. Tahun ini pemerintah menganggarkan cuma untuk 10.000 unit saja sementara ketersediaan rumah sekarang ini sudah jauh melampui angka tersebut.

“Saat ini pengembang perumahaan khususnya di Jawa Barat cuma bisa ‘stanby’. Rumah yang sudah ready stok itu ada 32 ribu unit dan semuanya tidak bisa diakadkreditkan karena kehabisan kuota. Di Karawang sendiri jumlahnya mencapai hampir 21 ribu yang ready stok,” tegas Sekretaris DPD Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Jabar H. Abun Yamin Syam SE, Minggu (10/11/2019) via ponsel kepada Mediaseruni.com.

Terkait itu, H. Abun sendiri mengaku sudah bertemu Presiden Joko Widodo dan dijanjikan akan menambah dana FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) sebanyak 80 ribu unit rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) atau sebesar Rp 8,6 triliun. “Kami sudah bertemu pak presiden dan presiden janji akan melakukan penambahan kuota hingga 80 ribu unit. Tapi sampai hari ini janji itu belum terealisasi padahal sudah lewat satu bulan. Karena itu kita akan mengejar janji presiden,” tandas H. Abun.

Hanya saja untuk penambahan kuota rumah subsidi ini, perlu disinkronkan lagi dengan bank BTN sebagai pemberi KPR. Kuota bisa ditambah tetapi harus ditunjang oleh kebijakan BTN. “BTN harus mengevaluasi sistem yang berlaku sekarang. Kalau kuota ditambah tapi tidak ditunjang sama bank BTN dengan sistem yang diterapkan jadinya akan percuma,” ucap H. Abun.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Stay Connected

2,411FansSuka
146PengikutMengikuti
48PengikutMengikuti

Latest Articles

%d blogger menyukai ini: